Tampilkan postingan dengan label ISLAM. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ISLAM. Tampilkan semua postingan

Malam Pertama

 Malam Pertama

Merupakan sesuatu yang wajar jika malam pertama memiliki arti khusus bagi setiap pasangan suami istri. Di sinilah momen untuk pertama kalinya laki-laki dan perempuan yang baru diikat dalam tali pernikahan bertemu dalam satu ranjang pelaminan. Pertemuan pertama ini merupakan peristiwa penting dalam rangkaian ritual pernikahan dan dapat mempengaruhi secara psikologis terhadap perjalanan kehidupan rumah tangga selanjutnya.

Setiap pasangan pasti memiliki pengalaman yang berbeda dengan malam pertamanya. Sebuah pengalaman yang tidak menyenangkan bagi pihak suami atau istri di malam pertamanya boleh jadi akan mempengaruhi perjalanan rumah tangga mereka. Dua kisah berikut ini bukan rekaan melainkan kisah sebenarnya dengan nama yang disamarkan.

Ibu Lenny mengalami kekecewaan di malam pertamanya karena sang suami menurutnya cenderung kasar dalam memulai hubungan suami istri (jima’) sedangkan dirinya menyukai kelemah lembutan. Kejadian ini terus membekas dan mempengaruhi ibu Lenny sehingga setiap kali melakukan jima’ dengan suaminya ia sama sekali tidak dapat menikmati dan selalu merasa kesakitan. Di sisi lain ia juga tidak mampu berterus terang kepada suaminya mengenai keadaan ini, dan akibatnya hingga memiliki tiga orang anak ia merasa belum dapat mencintai suaminya!

Lain lagi pengalaman Bapak Danu yang terus menyimpan kekecewaan terhadap istrinya karena tidak menjumpai adanya darah di malam pertama dan karena itu ia menduga istrinya sudah tidak perawan lagi. Bapak Danu merasa dibohongi, karena istrinya tidak berterus terang tentang keadaannya sebelum mereka menikah, sedangkan untuk bertanya ia khawatir istrinya tersinggung. Dan yang terjadi akhirnya hingga delapan tahun usia pernikahan mereka Bapak Danu merasa tidak dapat mencintai istrinya.
Kita boleh saja mengomentari dua kejadian diatas dengan menyalahkan Ibu Lenny atau Bapak Danu, tetapi kenyataannya mereka tidak bahagia dalam rumah tangga mereka karena kecewa di malam pertama!
Islam dan Malam Pertama

Malam Pertama merupakan salah satu rangkaian ritual pernikahan yang mendapat perhatian dalam Islam. Nabi kita yang mulia mengajarkan apa yang seharusnya dilakukan pasangan pengantin pada malam pertamanya agar semua aktifitas bernilai ibadah di sisi Allah SWT. Di antara tuntunan beliau SAW adalah:
1. Shalat Dua Raka’at Ketika Masuk Menemui Istri.
Setelah acara walimah/resepsi selesai dan suasana sudah tenang, suami akan masuk ke kamar pengantin untuk menemui istrinya. Pada saat itu disunnahkan bagi kedua mempelai melaksanakan shalat dua raka’at.

2. Membaca Do’a bagi Mempelai Laki-laki.

Setelah selesai melaksanakan shalat, disunnahkan bagi mempelai laki-laki untuk membaca do’a sebagaimana sabda Rasulullah SAW : “Jika salah seorang kamu menikahi perempuan, maka ia hendaklah membaca do’a :
‘Allahumma inni as aluka khairaha wa khaira ma jabaltaha alaihi wa a’udzubika min syarriha wa min syarri ma jabaltaha alaihi’.
Ya Allah sesungguhnya aku memohon kepada-Mu kebaikannya dan kebaikan yang telah Engkau adakan untuknya. Dan aku berlindung kepada-Mu dari keburukannya dan dari keburukan yang Engkau adakan untuknya. (HR Abu Dawud)

3. Mencairkan suasana dengan saling berdialog.
Jika setelah itu suasana masih kaku, biasanya bagi istri, sebaiknya suami tidak tergesa-gesa dengan langsung melakukan jima’. Simaklah kisah malam pertama Syaikh Asy-Sya’bi, seorang tabi’in terkenal yang menikahi seorang perempuan dari Bani Tamim bernama Zainab binti Hudhair. Syaikh Asy-Sya’bi menuturkan sebagaimana disebutkan oleh Ibnul Jauzi dalam kitabnya Ahkamun Nisaa’: “Setelah selesai walimah dan suasana kembali tenang, aku masuk menemuinya dan berkata, ‘Sesungguhnya termasuk sunnah mengerjakan shalat dua raka’at. Lalu aku berdiri melakukannya dan memohon kepada Allah agar melimpahkan kebaikan di malam ini. Ketika aku berpaling ke kanan mengucapkan salam, aku melihatnya ikut shalat di belakangku. Kemudian ketika berpaling ke kiri, aku sudah melihatnya sudah berada di tempat tidurnya. Akupun mengulurkan tanganku, tetapi ia berkata, ‘Sabarlah, sesungguhnya aku adalah perempuan yang asing bagimu. Demi Allah, kini aku sedang meniti jalan yang paling berat yang sebelumnya belum pernah ku alami. Engkau adalah laki-laki asing, aku belum mengenal perangaimu, maka ceritakanlah hal-hal yang engkau sukai untuk aku kerjakan dan hal-hal yang engkau benci untuk aku hindari. Akupun menjawab, ‘Aku suka ini dan ini, aku benci ini dan itu,… sementara ia mendengarkanku dengan penuh perhatian. Akhirnya malam yang paling indah itupun aku raih.”

4. Melakukan Jima’
Dalam melakukan jima’ pertama ini hendaknya suami tidak tergesa-gesa. Keduanya hendaknya memperlakukan pasangannya dengan lemah lembut. Interaksi yang lemah lembut dan penuh kasih sayang akan memudahkan mereka melakukan jima’ pertama ini. Sebaiknya keduanya mempelajari terlebih dahulu adab-adab dan tata cara jima’ yang diajarkan Rasulullah SAW. Sudah banyak buku karya ulama yang membahas tema ini, diantaranya Imam Al-Ghazali dalam kitabnya Ihya Ulumuddin. Dalam salah satu pembahasannya beliau menulis tentang adab-adab jima’ sebagai berikut:

a. Membaca Basmallah dan berdo’a sebelum melakukan jima’. “Dari Abdullah bin Abbas ra, Rasulullah SAW bersabda: “Jika salah seorang kamu ingin berjima’ dengan istrinya, hendaklah ia membaca: ‘Bismillah, Allahumma jannibnaa asy-syaithana wa jannibi asy-syaithana ma rozaqtanaa’ (Dengan nama Allah, Yaa Allah jauhkanlah syetan dari kami dan jauhkanlah syetan dari apa yang Engkau rizqikan kepada kami). Maka seandainya ditakdirkan dari hubungan itu seorang anak, anak itu tidak akan diganggu syetan selama-lamanya.” (HR Bukhari dan Muslim)

b. Melakukan pemanasan (pengantar) jima’. Pengantar jima’ dimaksudkan agar suami tidak mendatangi istrinya dalam kondisi istri tidak siap. Pada hakikatnya perempuan menginginkan dari laki-laki seperti laki-laki menginginkannya dari perempuan, hanya saja kesiapan perempuan untuk melakukan jima’ tidak muncul setiap saat sebagaimana laki-laki. Beberapa pengantar jima’ misalnya: saling mencumbu dengan melakukan hubungan ringan sebelum jima’ dengan berciuman, berpelukan dan perbuatan yang lain yang kesemuanya dimaksudkan untuk memberi rangsangan dan membangkitkan gairah untuk melakukan jima’. Dengan melakukan pengantar jima’ ini diharapkan keduanya dalam kondisi benar-benar siap untuk berjima’ sehingga keduanya dapat meraih kepuasan.

c. Melakukan jima’ tanpa tergesa-gesa. Lakukanlah jima’ dengan kelembutan dan penuh kasih sayang.Jika dalam melakukan jima’ pertama ini ternyata masih terdapat kesulitan, jangan tergesa-gesa untuk menyelesaikannya pada saat itu juga. Bersabarlah, mungkin akan mudah setelah berlangsung beberapa hari. Dan apabila suami mencapai kepuasan lebih dulu, hendaknya tidak tergesa-gesa beranjak dari istrinya, tunggulah sampai istri dapat meraih kepuasan.
Dengan memperhatikan tuntunan Rasulullah SAW tersebut malam pertama disamping akan menjadi kenangan indah bagi kedua pihak, sekaligus juga bernilai ibadah disisi Allah SWT.


sumber...http://ayonikah.net/panduan-malam-pertama-pengantin-baru.html


Bagaimana Tahun Baru Masehi Menurut Islam

Bagaimana Tahun Baru Masehi Menurut Islam

Tahun Baru Masehi Menurut Islam . Bagaimana hukum merayakan tahun masehi menurut pandangan islam ? dan bagaimana cara kita menyikapi tahun baru masehi tersebut ? ini yang mungkin sering kita pertanyakan dan juga banyak orang yang merayakan tahun baru secara berlebihan , tau kah anda kenapa tahun baru masehi identik dengan meniup terompet ? saya rasa hanya banyak yang ikut ikutan tanpa tau asal muasalnya dari mana, nah sekilas saya akan berikan gambarannya sedikit dari berbagai sumber yang saya dapat , setidaknya ini memberikan gambaran kepada kita apa sebenarnya yang harus kita lakukan pada tahun baru masehi itu sebenarnya , karena pada kenyataannya perayaan tahun baru masehi lebih luar biasa penyambutannya di bandingkan dengan tahun baru islam, tahun baru kita sendiri .

oke sahabat berry blog yang di rahmati Allah , pemuda dan pemudi penerus bangsa , mari kita pahami makna tahun baru yang sebentar lagi akan kita hadapi, jangan sampai kita terjerumus ke dalam perangkap setan, jika anda hanya sekedar berkumpul dengan keluarga sambil makan makan itu kita postif thinking aja, karena tahun baru kan rata rata libur, baik orang kerja, kuliah ataupun sekolah, pada kesempatan itulah untuk merefresh rasa kangen kepada keluarga dan teman teman dengan catatan tidak berlebihan dan melanggar batasan islam .
berikut about tahun baru masehi dari berbagai sumber yang saya baca :

Meniup Terompet pada Tahun Baru Masehi :

Pertanyaan :
Benarkah budaya meniup terompet ini merupakan budaya masyarakat Yahudi saat menyambut tahun baru bangsa mereka yang jatuh pada pada bulan ke tujuh pada sistem penanggalan mereka?
Pada malam tahun barunya, masyarakat Yahudi melakukan introspeksi diri dengan tradisi meniup shofa, sebuah alat musik sejenisi terompet. Bunyi shofar mirip sekali dengan bunyi terompet kertas yang dibunyikan orang Indonesia di malam Tahun Baru.
Benarkah meniup terompet tahun baru itu kafir?

Jawaban :
Meniup terompet pada tahun baru bukan hanya budaya masyarakat Yahudi, melainkan lebih dari itu, Meniup terompet pada tahun baru adalah perintah Allah kepada Nabi Musa dalam syari'at Torat untuk menyambut datangnya Rosh Hasanah atau tahun baru Torat, yang jatuh pada bulan ke-tujuh atau tanggal 1 bulan Tishri dalam kalender Ibrani purba.

"Katakanlah kepada orang Israel, begini: Dalam bulan yang ketujuh, pada tanggal satu bulan itu, kamu harus mengadakan hari perhentian penuh yang diperingati dengan meniup sangkakala, yakni hari pertemuan kudus. (Torat, Imamat 23:24)
Pada bulan yang ketujuh, pada tanggal satu bulan itu, haruslah kamu mengadakan pertemuan yang kudus, maka tidak boleh kamu melakukan sesuatu pekerjaan berat; itulah hari peniupan sangkakala bagimu. (Torat, Bilangan 29:1)

Perintah itu lalu dimakna secara sederhana: meniup terompet pada tahun baru, termasuk tahun baru Masehi yang didasarkan pada kelahiran Isa Al Masih.
Kenyataannya, banyak orang di Barat maupun di Timur yang meniup terompet pada tahun baru tanpa motif ini, melainkan dengan motif just for fun (hanya untuk senang-senang) atau motif komersil tanpa motif religius apapun. Kalau motifnya untuk senang-senang, maka meniup terompet pada malam tahun baru dapat disetarakan dengan tindakan menonton TV pada malam tahun baru atau jalan-jalan mencari hiburan pada malam tahun baru.

Lalu, apakah meniup terompet tahun baru itu kafir?
Bila anda meniupnya dengan mengingat bahwa itu adalah perintah Allah kepada Nabi Musa, maka tentu saja itu bukan tindakan kafir. Masa sih menuruti perintah Allah itu kafir? Jelas tidak. Kalau mengikuti perintah Allah itu kafir, lantas apa yang tidak kafir?Katanya mengimani Torat, nyatanya?
Bila anda meniupnya dengan motif senang-senang (just for fun) atau motif komersil, itu juga bukan kafir sepanjang tidak melewati batas. Tindakan dengan motif sekedar senang-senang atau pun komersil tersebut dapat disetarakan dengan tindakan bermain sepakbola, meniup seruling, bermain gitar, menonton TV, berdagang, dsb. Contoh melebihi batas itu adalah bila malam Tahun Baru Masehi yang didasarkan pada kelahiran Al Masih justru diisi dengan tindakan yang bertentangan dengan ajaran Al Masih, misal: pesta sex, mabuk-mabukan dengan minum-minuman keras atau pun penyalahgunaan obat, dsj.
Bila anda meniup terompet lalu disertai hal-hal yang bertentangan dengan ajaran Al Masih sebagaimana contoh di atas, maka meniup terompet jadi haram dan kafir.

Bersumber dari : http://www.studycycle.net/2011/01/asal-usul-terompet-tahun-baru.html


Bolehkah Merayakan Tahun Baru Masehi ?

Tahun baru tidak termasuk salah satu hari raya Islam sebagaimana ‘Iedul Fitri, ‘Iedul Adha ataupun hari Jum’at. Bahkan hari tersebut tergolong rangkaian kegiatan hari raya orang-orang kafir yang tidak boleh diperingati oleh seorang muslim.

Suatu ketika seorang lelaki datang kepada Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam untuk meminta fatwa karena ia telah bernadzar memotong hewan di Buwanah (nama sebuah tempat), maka Nabi Shallallahu’alaihi wa sallam menanyakan kepadanya: “Apakah disana ada berhala sesembahan orang Jahiliyah?” Dia menjawab, “Tidak”. Beliau bertanya, “Apakah di sana tempat dirayakannya hari raya mereka?” Dia menjawab, “Tidak”. Maka Nabi Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda, “Tunaikan nadzarmu, karena sesungguhnya tidak boleh melaksanakan nadzar dalam maksiat terhadap Allah dan dalam hal yang tidak dimiliki oleh anak Adam”. (Hadits Riwayat Abu Daud dengan sanad yang sesuai dengan syarat Bukhari dan Muslim)

Hadits ini menunjukkan terlarangnya menyembelih untuk Allah di tempat yang bertepatan dengan tempat yang digunakan untuk menyembelih kepada selain Allah, atau di tempat orang-orang kafir merayakan pesta atau hari raya. Sebab itu berarti mengikuti mereka dan menolong mereka di dalam mengagungkan syi’ar-syi’ar kekufuran. Perbuatan ini juga menyerupai perbuatan mereka dan menjadi sarana yang mengantarkan kepada syirik. Apalagi ikut merayakan hari raya mereka, maka di dalamnya terdapat wala’ (loyalitas) dan dukungan dalam menghidupkan syi’ar-syi’ar kekufuran. Akibat paling berbahaya yang timbul karena berwala’ terhadap orang kafir adalah tumbuhnya rasa cinta dan ikatan batin kepada orang-orang kafir sehingga dapat menghapuskan keimanan.

Bersumber dari : http://muslimah.or.id/manhaj/menyikapi-tahun-baru-masehi.html


10 Kerusakan Merayakan Tahun Baru Masehi :

Kerusakan Pertama: Merayakan Tahun Baru Berarti Merayakan 'Ied (Perayaan) yang Haram

Perlu diketahui bahwa perayaan ('ied) kaum muslimin hanya ada dua yaitu 'Idul Fithri dan 'Idul Adha. Anas bin Malik mengatakan, “Orang-orang Jahiliyah dahulu memiliki dua hari (hari Nairuz dan Mihrojan) di setiap tahun yang mereka senang-senang ketika itu. Ketika Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam tiba di Madinah, beliau mengatakan, “Dulu kalian memiliki dua hari untuk senang-senang di dalamnya. Sekarang Allah telah menggantikan bagi kalian dua hari yang lebih baik yaitu hari Idul Fithri dan Idul Adha”.”[2]

Syaikh Sholeh Al Fauzan hafizhohullah menjelaskan bahwa perayaan tahun baru itu termasuk merayakan ‘ied (hari raya) yang tidak disyariatkan karena hari raya kaum muslimin hanya ada dua yaitu Idul Fithri dan Idul Adha. Menentukan suatu hari menjadi perayaan (‘ied) adalah bagian dari syari’at (sehingga butuh dalil).[3]

Kerusakan Kedua: Merayakan Tahun Baru Berarti Tasyabbuh (Meniru-niru) Orang Kafir

Merayakan tahun baru termasuk meniru-niru orang kafir. Dan sejak dulu Nabi kita shallallahu 'alaihi wa sallam sudah mewanti-wanti bahwa umat ini memang akan mengikuti jejak orang Persia, Romawi, Yahudi dan Nashrani. Kaum muslimin mengikuti mereka baik dalam berpakaian atau pun berhari raya.

Dari Abu Sa'id Al Khudri, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, “Sungguh kalian akan mengikuti jalan orang-orang sebelum kalian sejengkal demi sejengkal dan sehasta demi sehasta sampai jika orang-orang yang kalian ikuti itu masuk ke lubang dhob (yang penuh lika-liku, pen), pasti kalian pun akan mengikutinya.” Kami (para sahabat) berkata, “Wahai Rasulullah, Apakah yang diikuti itu adalah Yahudi dan Nashrani?” Beliau menjawab, “Lantas siapa lagi?”[4]

Lihatlah apa yang dikatakan oleh Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam. Apa yang beliau katakan benar-benar nyata saat ini. Berbagai model pakaian orang barat diikuti oleh kaum muslimin, sampai pun yang setengah telanjang. Begitu pula berbagai perayaan pun diikuti, termasuk pula perayaan tahun baru ini.

Ingatlah, Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam secara tegas telah melarang kita meniru-niru orang kafir (tasyabbuh). Beliau bersabda, ”Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari mereka”[5][6]

Kerusakan Ketiga: Merekayasa Amalan yang Tanpa Tuntunan di Malam Tahun Baru

Kita sudah ketahui bahwa perayaan tahun baru ini berasal dari orang kafir dan merupakan tradisi mereka. Namun sayangnya di antara orang-orang jahil ada yang mensyari'atkan amalan-amalan tertentu pada malam pergantian tahun.

“Daripada waktu kaum muslimin sia-sia, mending malam tahun baru kita isi dengan dzikir berjama'ah di masjid. Itu tentu lebih manfaat daripada menunggu pergantian tahun tanpa ada manfaatnya”, demikian ungkapan sebagian orang. Ini sungguh aneh. Pensyariatan semacam ini berarti melakukan suatu amalan yang tanpa tuntunan. Perayaan tahun baru sendiri adalah bukan perayaan atau ritual kaum muslimin, lantas kenapa harus disyari'atkan amalan tertentu ketika itu? Apalagi menunggu pergantian tahun pun akan mengakibatkan meninggalkan berbagai kewajiban sebagaimana nanti akan kami utarakan.

Jika ada yang mengatakan, “Daripada menunggu tahun baru diisi dengan hal yang tidak bermanfaat (bermain petasan dan lainnya), mending diisi dengan dzikir. Yang penting kan niat kita baik.” Maka cukup kami sanggah niat baik semacam ini dengan perkataan Ibnu Mas’ud ketika dia melihat orang-orang yang berdzikir, namun tidak sesuai tuntunan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Orang yang melakukan dzikir yang tidak ada tuntunannya ini mengatakan pada Ibnu Mas’ud, ”Demi Allah, wahai Abu ‘Abdurrahman (Ibnu Mas’ud), kami tidaklah menginginkan selain kebaikan.” Ibnu Mas’ud lantas berkata,  “Betapa banyak orang yang menginginkan kebaikan, namun mereka tidak mendapatkannya.”[7]

Jadi dalam melakukan suatu amalan, niat baik semata tidaklah cukup. Kita harus juga mengikuti contoh dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, baru amalan tersebut bisa diterima di sisi Allah.

Kerusakan Keempat: Mengucapkan Selamat Tahun Baru yang Jelas Bukan Ajaran Islam

Komisi Fatwa Saudi Arabia, Al Lajnah Ad Daimah ditanya, “Apakah boleh mengucapkan selamat tahun baru Masehi pada non muslim, atau selamat tahun baru Hijriyah atau selamat Maulid Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam? ” Al Lajnah Ad Daimah menjawab, “Tidak boleh mengucapkan selamat pada perayaan semacam itu karena perayaan tersebut adalah perayaan yang tidak masyru’ (tidak disyari’atkan dalam Islam).”[8]

Kerusakan Kelima: Meninggalkan Shalat Lima Waktu

Betapa banyak kita saksikan, karena begadang semalam suntuk untuk menunggu detik-detik pergantian tahun, bahkan begadang seperti ini diteruskan lagi hingga jam 1, jam 2 malam atau bahkan hingga pagi hari, kebanyakan orang yang begadang seperti ini luput dari shalat Shubuh yang kita sudah sepakat tentang wajibnya. Di antara mereka ada yang tidak mengerjakan shalat Shubuh sama sekali karena sudah kelelahan di pagi hari. Akhirnya, mereka tidur hingga pertengahan siang dan berlalulah kewajiban tadi tanpa ditunaikan sama sekali. Na’udzu billahi min dzalik. Ketahuilah bahwa meninggalkan satu saja dari shalat lima waktu bukanlah perkara sepele. Bahkan meningalkannya para ulama sepakat bahwa itu termasuk dosa besar.[9] Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam juga mengancam dengan kekafiran bagi orang yang sengaja meninggalkan shalat lima waktu. Buraidah bin Al Hushoib Al Aslamiy berkata, ”Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Perjanjian antara kami dan mereka (orang kafir) adalah shalat. Barangsiapa meninggalkannya maka dia telah kafir.”[10]Oleh karenanya, seorang muslim tidak sepantasnya merayakan tahun baru sehingga membuat dirinya terjerumus dalam dosa besar.

Kerusakan Keenam: Begadang Tanpa Ada Hajat

Begadang tanpa ada kepentingan yang syar'i dibenci oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Termasuk di sini adalah menunggu detik-detik pergantian tahun yang tidak ada manfaatnya sama sekali. Diriwayatkan dari Abi Barzah, beliau berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membenci tidur sebelum shalat 'Isya dan ngobrol-ngobrol setelahnya.”[11]

Ibnu Baththol menjelaskan, “Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam tidak suka begadang setelah shalat 'Isya karena beliau sangat ingin melaksanakan shalat malam dan khawatir jika sampai luput dari shalat shubuh berjama'ah. 'Umar bin Al Khottob sampai-sampai pernah memukul orang yang begadang setelah shalat Isya, beliau mengatakan, “Apakah kalian sekarang begadang di awal malam, nanti di akhir malam tertidur lelap?!”[12] Apalagi dengan begadang ini sampai melalaikan dari sesuatu yang lebih wajib (yaitu shalat Shubuh)?!

Kerusakan Ketujuh: Terjerumus dalam Zina

Jika kita lihat pada tingkah laku muda-mudi saat ini, perayaan tahun baru pada mereka tidaklah lepas dari ikhtilath (campur baur antara pria dan wanita) dan berkholwat (berdua-duan), bahkan mungkin lebih parah dari itu yaitu sampai terjerumus dalam zina dengan kemaluan. Inilah yang sering terjadi di malam tersebut dengan menerjang berbagai larangan Allah dalam bergaul dengan lawan  jenis. Inilah yang terjadi di malam pergantian tahun dan ini riil terjadi di kalangan muda-mudi.

Kerusakan Kedelapan: Mengganggu Kaum Muslimin

Merayakan tahun baru banyak diramaikan dengan suara mercon, petasan, terompet atau suara bising lainnya. Ketahuilah ini semua adalah suatu kemungkaran karena mengganggu muslim lainnya, bahkan sangat mengganggu orang-orang yang butuh istirahat seperti orang yang lagi sakit. Padahal mengganggu muslim lainnya adalah terlarang sebagaimana sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Seorang muslim adalah seseorang yang lisan dan tangannya tidak mengganggu orang lain.”[13]

Ibnu Baththol mengatakan, “Yang dimaksud dengan hadits ini adalah dorongan agar seorang muslim tidak menyakiti kaum muslimin lainnya dengan lisan, tangan dan seluruh bentuk menyakiti lainnya. Al Hasan Al Bashri mengatakan, “Orang yang baik adalah orang yang tidak menyakiti walaupun itu hanya menyakiti seekor semut”.”[14] Perhatikanlah perkataan yang sangat bagus dari Al Hasan Al Basri. Seekor semut yang kecil saja dilarang disakiti, lantas bagaimana dengan manusia yang punya akal dan perasaan disakiti dengan suara bising atau mungkin lebih dari itu?!

Kerusakan Kesembilan: Melakukan Pemborosan yang Meniru Perbuatan Setan

Perayaan malam tahun baru adalah pemborosan besar-besaran hanya dalam waktu satu malam. Jika kita perkirakan setiap orang menghabiskan uang pada malam tahun baru sebesar Rp.1000 untuk membeli mercon dan segala hal yang memeriahkan perayaan tersebut, lalu yang merayakan tahun baru sekitar 10 juta penduduk Indonesia, maka hitunglah berapa jumlah uang yang dihambur-hamburkan dalam waktu semalam? Itu baru perkiraan setiap orang menghabiskan Rp. 1000, bagaimana jika lebih dari itu?!  Padahal Allah Ta’ala telah berfirman (yang artinya),  “Dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan.” (QS. Al Isro’: 26-27).

Kerusakan Kesepuluh: Menyia-nyiakan Waktu yang Begitu Berharga

Merayakan tahun baru termasuk membuang-buang waktu. Padahal waktu sangatlah kita butuhkan untuk hal yang manfaat dan bukan untuk hal yang sia-sia. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah memberi nasehat mengenai tanda kebaikan Islam seseorang, “Di antara tanda kebaikan Islam seseorang adalah meninggalkan hal yang tidak bermanfaat baginya.”[15] Semoga kita merenungkan perkataan Ibnul Qoyyim, “(Ketahuilah bahwa) menyia-nyiakan waktu lebih jelek dari kematian. Menyia-nyiakan waktu akan memutuskanmu (membuatmu lalai) dari Allah dan negeri akhirat. Sedangkan kematian hanyalah memutuskanmu dari dunia dan penghuninya.”[16]

Seharusnya seseorang bersyukur kepada Allah dengan nikmat waktu yang telah Dia berikan. Mensyukuri nikmat waktu bukanlah dengan merayakan tahun baru. Namun mensyukuri nikmat waktu adalah dengan melakukan ketaatan dan ibadah kepada Allah, bukan dengan menerjang larangan Allah. Itulah hakekat syukur yang sebenarnya. Orang-orang yang menyia-nyiakan nikmat waktu seperti inilah yang Allah cela. Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Dan apakah Kami tidak memanjangkan umurmu dalam masa yang cukup untuk berfikir bagi orang yang mau berfikir, dan (apakah tidak) datang kepada kamu pemberi peringatan?” (QS. Fathir: 37). Qotadah mengatakan, “Beramallah karena umur yang panjang itu akan sebagai dalil yang bisa menjatuhkanmu. Marilah kita berlindung kepada Allah dari menyia-nyiakan umur yang panjang untuk hal yang sia-sia.”[17]Wallahu walliyut taufiq.

Bersumber dari Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal ( http://remajaislam.com/islam-dasar/nasehat/88-10-kerusakan-dalam-perayaan-tahun-baru.html )


Bila ada yang sekiranya kurang atau ingin ditanggapi saya persilahkan langsung berikan , demi pemahaman kita mengenai tahun baru  masehi .sekarang kembali kepada diri kita masing masing dalam menyikapi tahun baru masehi ini, saya berharap saya,keluarga saya, sahabat saya,semua nya dari kita sahabat seiman dapat memahami dengan baik mengenai tahun baru masehi dan bagaimana kita harus menyikapi tahun baru tersebut, sekian dari saya, tentunya saya berharap banyak komentar dan masukkan di artikel yang saya buat ini untuk membangun pemahaman kita semua mengenai tahun baru masehi serta meluruskan semua kesalahan yang kita lakukan .

sumber..http://www.berryhs.com/2011/12/tahun-baru-masehi-menurut-islam.html


Cara memakai Jilbab part 2

 Cara memakai Jilbab part 2

Berbagai cara memakai jilbab dan video cara memakai jilbab, mulai dari jilbab segiempat, kreasi, sampai jilbab pashmina khusus untuk sahabat. Sebenarnya memakai jilbab tidaklah sulit, hanya dibutuhkan sedikit kreasi dan ketelitian sahabat untuk membuat berbagai model jilbab seperti yang sahabat inginkan. Dalam artikel kali ini saya akan berbagi cara memakai jilbab baik untuk para pemula ataupun untuk sahabat yang ingin mencoba cara memakai jilbab kreasi.



Sebelum sahabat memakai jilbab sebaiknya sahabat perlu menyiapkan beberapa bahan untuk memakai jilbab, sehingga sahabat tidak perlu repot lagi untuk mencari bahan, ketika sahabat ingin memakai jilbab.

Bahan :
- Ciput
- Jarum Pentul
- Kerudung
- Bros
- Aksesoris Jilbab
- Karet Gelang

Cara memakai jilbab kreasi segiempat
 Pakailah jilbab segiempat seperti biasa, setelah itu lipatlah jilbab segiempat tadi menjadi bentuk segitiga dan
pasanglah salah satu ujung jilbab tersebut tepat dibawah dagu dengan dililit dan rapikan dengan menggunakan peniti.  Setelah selesai memasag jilbab segiempat yang pertama, lalu pasanglan jilbab segiempat yang kedua dengan menggunakan cara yang pertama tadi. Setelah selesai ekor jilbab yang pertama diangkat keatas jilbab yang kedua tadi, lalu rapikanlah menggunakan jarum pentul. Dan sisa ujung dari jilbab kedua ini akan dibuat dalam bentuk bunga, dengan cara pilinlah dan bentuk ujung jilbab kedua tadi menjadi bentuk bunga. dan sematkanlah jarum pentul setelah selisai membentuk. Lakukanlah terus sampai ujung jilbab tersebut habis dan telah menjadi bentuk bunga.

Selain cara memakai jilbab diatas sahabat fabeluna juga bisa melihat videk cara memakai jilbab kreasi segiempat dibawah ini :



Cara memakai jilbab pashmina
Sebelum sahabat memakai jilbab pashmina, sahabat harus terlebih dahulu menggunakan ciput sebagai dalaman, setelah itu taruhlah jilbab pashmina diatas kepala dengan cara bagian sebelah kiri menjadi lebih pendek daripada bagian sebelah kanan. Lalu tarik kerudung pashmina kebelakang tengkuk dan berikan peniti. Tariklah bagian jilbab pashimna yang lebih panjang dengan melingkar dari atas ke bawah, sampai habis. Setelah itu bagian ujung atas pashmina yang telah dileingkarkan keatas tadi, berikanlah hiasan atau aksesoris jilbab berupa bros jilbab atau peniti jilbab, sehingga lebih menarik.

Jika sahaat ingin melihat caranya lebih lengkap, yuk ikutin video cara memakai jilbab pashmina dibawah ini :



Gimana ?? sangat mudah bukan cara memakai jilbab diatas, jika sahabt masih binggung dengan cara yang sata berikan, sahabat dapat melihat langsung melalui video diatas. Setelah itu buraun dicoba dirumah dan temukan kreasi jilbab sahabat. Selain artikel diatas sahabat juga bisa melihat artikel saya sebelumnya tentang cara merawat kulit. Jangan lupa dikunjugi yaa.. dan Terima kasihh.. ^^

sumber...http://www.fabeluna.com/2011/12/cara-memakai-jilbab.html


Cara Memakai Jilbab

Cara Memakai Jilbab

Cara Memakai Jilbab . bagi anda yang sudah memutuskan untuk berkerudung pastinya anda pernah kebingungan akan tampil seperti apa atau bingung bagaimana Cara Memakai Jilbab yang enak dan rapi. apalagi kegiatan anda menuntut untuk berlama lama misalkan ke kantor tentunya anda tidak mau dong kalau nantinya jilbab anda terlihat tidak rapi.

atau mungkin bagi anda yang sering menghadiri acara pesta gak mungkin kan anda berpenampilan seperti yang itu itu saja. tentunya berpenampilan cantik di pesta adalah impian anda. nah untuk itu saya di sini akan memberikan Tips Cara Memakai Jilbab yang Rapi dan Modern.

Cara memakai Jilbab
Cara Memakai Jilbab
Sebelum memakai jilbab anda harus mengenali bentuk wajah anda sendiri. jenis bentuk wajah ada bermacam macam namun terdapat 5 bentuk dasar wajah yaitu; oval, bulat, kotak, segitiga, dan lonjong. setelah itu anda harus mengenal 2 model dasar jilbab Modern.

Cara Memakai Jilbab

1. Kerudung bertemu di bawah dagu

Gunakan scarf bujur sangkar dengan terlebih dahulu melipatnya hingga membentuk segiriga sama sisi dengan bagian luar lebih besar 10cm, gunanya agar tepi scarf tdk terlihat balapan. Letakkan scarf diatas ciput dgn simetris lalu pertemukan kedua sisinya di bawah dagu, kaitkan dengan peniti kecil (Jilbab Modern).

Gaya kerudung dagu ini cocok untuk anda yg memiliki bentuk wajah bulat dan kotak. Untuk kedua bentuk wajah ini, tampilan berkerudung anda akan terlihat lebih rapi n bagus jika anda juga memakai bando bervolume. Silahkan lihat Koleksi Jilbab dan Toko Jilbab


2. Kerudung bertemu di balik tengkuk

Bahan dasar dan Cara penggunaan awal hampir sama dengan kerudung daguâ?�. Bedanya cara memakainya, scarf diletakkan diatas ciput dengan simetris, lalu tarik ujung kiri kananya ke belakang tengkuk dan ikatkan. Ambil sisa salah satu ujung scarf yang telah terikat, tarik ke arah depan dan silangkan di depan leher. Tambatkan ke tepi scarf yang berada di bawah kuping dengan menggunakan jarum pentul (Kerudung Modern).

Gaya berkerudung ini menjadikan area rahang terlihat lebih lebar. Jadi gaya berkerudung ini sangat cocok buat anda yang memiliki wajah segitiga dan panjang.

untuk kelengkapan artikel saya ini saya akan menambahkan beberapa video Cara Memakai Jilbab yang saya ambil dari youtube yang mungkin akan lebih membantu anda untuk memahami bagaimana Cara Memakai Jilbab yang baik dan modern.


Cara Memakai Jilbab





Cara Memakai Jilbab



Demikianlah Tips Cara Memakai Jilbab yang bisa saya berikan semoga bermanfaat bagi anda.


sumber...http://www.infoterkini.web.id/2011/11/video-cara-memakai-jilbab-modern.html


Hubungan Ilmu Kedokteran dengan Islam

Hubungan Ilmu Kedokteran dengan Islam


hubungan kedokteran dengan islam sangat erat, mungkin kita sering melupakan itu, banyak juga cara pengobatan yang luar biasa yang di ajarkan islam dan terkait sekali dengan ilmu kedokteran, contoh orang yang sakit di rumah sakit , terbaring, saraf-sarafnya yang kaku gitu kalau gak salah,heheh,maklum saya bukan seorang dokter, yang jelas gitulah, saat di bacakan ayat suci al qur'an maka saraf sarafnya akan kembali aktif melalui pendengarannya yang mendengarkan bacaan al qur'an, begitu luar biasanya al qur'an yang hanya di bacakan langsung bisa menjadi pengobatan, hal hal seperti ini seharusnya juga disadari para dokter muslim, alangkah baik dan indahnya apabila semua dokter bekerja dengan berlandaskan islam, sehingga setiap apa yang dilakukannya, setiap yang di putuskannya tidak merugikan orang lain, contoh kasus seorang dokter yang tidak mau melakukan operasi kepada pasien yang belum menyelesaikan adminitrasi, ini sering sekali terjadi sehingga merenggut nyawa si pasien, bukankah tugas seorang dokter untuk mengobati dan menolong sesuai pekerjaannya? apakah tidak boleh seorang dokter bekerja tanpa uang? ntah lah, mungkin ini lah yang dikatakan sudah jauh dari pedoman hidup kita yaitu Al qur'an, saya yakin mereka yang berpedoman kepada Al qur'an tidak akan melakukan hal seperti itu .

untuk lebih memperjelas bagaimana hubungan erat antara ilmu kedokteran dengan islam, mari kita simak baik baikartikel ini :) Delapan abad yang lalu Imam Ibn Al-Qaiyim Al Jauziah menjawabnya dalam buku yang berjudul Pengobatan Menurut Petunjuk Nabi. Gemagung Ikhitiati, 2002  hal 192-197 dan diterjemahkan oleh H.M.A. Saaridinata.

Judul aslinya adalah Al-Tibb al-Nabawiya, versi Inggrisnya “Healing with the Medicine of the Prophet (sal allahu `alayhi wa salim)” yang di terbitkan oleh Darussalam Publications di Beirut, Libanon.

al-Qayyim hidup di tahun 1292-1350.  Ia adalah ahli hukum Islam dan berbagai cabang ilmu lainnya seperti astronomi, kimia, filsafat dan agama. Walaupun demikian ia lebih dikenal sebagai “scholar of heart” atau ahli kalbu karena karyanya yang luas dalam perilaku manusia dan etika.

Menurut dia seorang dokter wajib berlaku sesuai dengan duapuluh hal. Perlu dicatat bahwa butir ke 20 merupakan enam prinsip pengobatan yang menentukan apakah dia seorang dokter atau tidak.

1. Pertama melakukan diagnosa mengenai jenis penyakit.

2. Mencari penyebab yang ada dibalik penyakit tersebut

3. Memeriksa pasien untuk menentukan kalau-kalau tubuhnya mampu mengatasi penyakit   atau keadaannya lebih lemah disbanding penyakitnya. Jika si pasien cukup kuat untuk menolak penyakitnya, maka dokter tidak perlu memberikan resep obat.

4. Memeriksa pasien, perilaku dan kondisinya

5. Meneliti peruzat-peruzat kondisi pasien

6. Mencari tahu umur pasien

7. Meneliti kebiasaannya dan apa yang terbiasa baginya

8. Mengingat pengaruh musim

9. Memasukkan kedalam pertimbangan tempat asal si pasien

10. Mempertimbangkan kondisi atmosfir pada saat dia terserang penyakit

11.  mencari obat yang tepat dan sesuai

12. Meneliti keefektifan dan ukuran banyaknya obat

13. Dokter tidak saja bertujuan menyembuhkan penyakit, tetapi juga mencegah apa-apa yang lebih berat menjadi terjadi. Misalnya, jika menyembuhkan suatu penyakit tertentu mengarah kepada penyakit yang bahkan lebih berat, maka dokternya membiarkan penyakit yang ada dan berupaya untuk membuatnya menjadi lebih ringan. Misalnya, lubang urat darah, yang diobati dengan pemotongan, mungkin memperburuk penyakit akut yang lainnya.

14. Memilih dan memberi resep dengan obat yang paling sederhana untuk pengobatan, itu dibenarkan. Umpamanya, dokter tidak meresepkan obat terkecuali dia meneliti pilihannya apakah pengobatan cukup dengan hanya makanan dan diet tanpa obat.Juga, dokter sebaiknya tidak meresepkan pengobatan yang beragam sampai dia meneliti pilihannya akan pengobatan yang lebih sederhana. Pertanda dari dokter yang benar-benar ahli adalah kemampuannya memberikan resep makanan sebagai ganti dari obat, dan memberikan obat yang sederhana daripada yang terdiri lebih dari berbagai campuran zat.

15. Dokter meneliti apakah penyakitnya dapat di obati atau tidak. Jika menyadari bahwa dia tidak mampu mengobati penyakitnya, janganlah melakukannya. Ini untuk menghemat waktu dan menjaga reputasi serta menghindarkan dirinya dari menjadi korban keserakahannya sendiri yang seolah-olah mampu menyembuhkan penyakit padahal yang tidak dapat disembuhkan. Jika penyakitnya mungkin disembuhkan, maka dokter memeriksa kalau-kalau penyakit tersebut dapat disembuhkan secara keseluruhan, atau sedikitnya dibuat lebih ringan. Jika dokter tersebut menyadari bahwa dia tidak dapat menyembuhkan penyakit itu, maka dia sebaiknya meneliti cara-cara untuk mencegah semakin memburuknya penyakit tersebut. Dalam keadaan ini, pengobatan harus ditujukan untuk maksud itu, untuk meningkatkan kekuatan tubuhdan menghentikan semakin parahnya penyakit.

16. Dokter tersebut tidak boleh mengeluarkan dulu zat-zat busuk (beracun) sebelum menjadi stabil dan matang

17. Dokter harus sangat luas pengetahuannya mengenai berbagai penyakit jantung dan jiwa serta cara-cara untuk mengobati penyakit-penyakit semacam itu. Sesungguhnya ini merupakan suatu aspek penting dari ilmu pengetahuan tentang pengobatan, karena dampak dari perilaku dan perasaan hati jelas sekali, dalam tubuh secara fisik. Inilah sebabnya mengapa kami mengatakan jika seorang dokter dalam bidang pengobatan juga harus berada seorang ahli dalam penyakit hati, dia akan menjadi seorang dokter yang sempurna. Disisi lain, dokter yang tidak mempunyai pengetahuan mengenai penyakit-penyakit hati sementara dia berpengetahuan luas dalam penyakit tubuh, maka dia itu hanya setengah dokter. Dia adalah seorang dokter yang tidak meneliti kebersihan hati si pasien dan mendorongnya untuk memperkuat jiwa dan raganya dengan melakukan amal-amal shalih dan baik, seperti memberi derma dan cendrung untuk lebih bertakarrub kepada Allah dan mencari kebaikan buat hari kemudian. Lebih tepatnya, jika seperti itu dia adalah seorang dokter palsu. Sebenarnya, obat yang paling baik adalah melakukan amal-amal shalih, bersedekah, berdzikir kepada Allah, memohon kepada-Nya, mencari pertolongan-Nya, meminta dengan sungguh-sungguh kepada-Nya dan bertaubat kepada-Nya. Amal-amahl  shalih seperti itu mempunyai dampak yang sangat besar dalam penyembuhan penyakit, lebih besar dari pengobatan yang biasa, dengan syarat orang yang sakit itu mempunyai keyakinan terhadap pengobatan batin seperti itu.

18. Bersikap lembut dan sabar kepada orang sakit, seperti seorang yang lapang dada dan lembut kepada anak kecil.

19. Dokter harus menggunakan berbagai jenis obat biasa dan obat batin, sekalian dengan menggunakan mata hatinya.

20. Dokter harus membuat pengobatannya berkisar disekitar enam prinsip utama, yang merupakan landasan dari profesinya. Pertama, dokter harus memelihara kesehatan. Kedua, dia harus berupaya dan mengembalikan kesehatan yang hilang. Ketiga, dokter harus menyembuhkan penyakit. Keempat, setidaknya mengurangi beratnya penyakit. Kelima, dokter harus mengabaikan mudarat yang lebih kecil dan mengobati yang lebih besar. Keenam, dokter harus mengabaikan manfaat yang lebih kecil untuk mendapatkan manfaat yang lebih besar. Ilmu pengetahuan kedokteran berkisar di sekitar enam prinsip dasar ini, dan dokter yang tidak berpegang kepada yang enam ini bukanlah dokter. Allah-lah yang Maha Mengetahui.

Ringkasnya: seorang dokter harus kompeten (butir 17). Ia dituntut untuk mampu membuat diagnosa dan penyebabnya (butir 1-2). ia harus melihat pasiennya secara holistik. Ia bukan hanya mengobati jasmani tetapi juga rohani (butir 3 – 10). Ia harus berempati, memahami penderitaan pasien (butir 18-19). Dan akhirnya ia harus mengobati pasien dengan efektif dan efisien (butir 11-16)

begitu luar biasa peran seorang dokter dan pengaruhnya, begitu luar biasa pula hubungan kedokteran dan islam , maka dari itu semoga bagi calon dokter dan dokter yang membaca artikel saya ini dapat bermuasabah diri, tujuan utama seorang dokter yang kami tau sebagai masyarakat adalah mengobati, begitu mulia pekerjaan ini dan akan lebih mulia bila seorang dokter yang berlandaskan kepada Islam .
 
sumber...http://www.berryhs.com/2011/11/hubungan-ilmu-kedokteran-dengan-islam.html


Bagaimana Cara Sholat Sunnah Tahajud

Bagaimana Cara Sholat Sunnah Tahajud



Baiklah kali ini saya akan menjelaskan sedikit mengenai sholat sunnah Tahajud,bisa dikatakan garis besarnya, karena setelah kita melaksanakan amalan wajib alangkah baiknya kita juga melaksanakan amalan sunnah karena itu tambahan pahala yang akan kita dapatkan nanti di akhirat.


nah untuk yg pertama yg ingin saya jelaskan adalah sholat sunnah tahajud..
sholat sunnah tahajud adalah sholat yang dilakukan setelan bangun dari tidur malam yaitu sepertiga malam sekitar dr jam 1 sampai waktu subuh.
untuk melaksanakan sholat sunnah ini kita harus tidur walau sebentar.
jumlah raka'atnya dari 2 raka'at sampai 12 raka'at.
caranya sama saja seperti sholat yang biasa kita lakukan, hanya bacaanya yang di sunnahkan utk membaca yg ini.
adapun bacaan yang dibaca setela al fatihah pada raka'at pertama adalah surah al kafirun dan pada raka'at kedua adalah setelah membaca alfatihah membaca surah al ikhlas.
simple kan sebenarnya, gk sulit law kita mau.
hanya menjalankannya mungkin perlu usaha keras.
manfaat apabila melaksanakan sholat tahajud:
- wajahnya akan memancarkan cahaya
-berjalan diatas shirat bagaikan kilat.
-akan mendapatkan perhatian dan kecintaan dari orang yang mengenalnya.
-setiap perkataan yang keluar dari mulutnya perkataan nya berguna dan tidak menyakiti perasaan orang lain
catatan :
INSYA ALLAH apabila kita melakukannya dengan ikhlas
demikian mengenai Sholat Sunnah Tahajud semoga bermanfaat.
 
sumber...http://www.berryhs.com/2011/02/sholat-sunnah-tahajud.html


Bagaimana Keutamaan dan Manfaat Sholat Subuh

Bagaimana Keutamaan dan Manfaat Sholat Subuh

Manfaat Sholat Subuh ,sobat, saya mau berbagi mengenai artikel ini, semoga manfaat. Sholat Subuh memiliki manfaat dan keutamaan yang luar biasa bagi siapa saja yang melaksanakannya secara rutin setiap hari. Meskipun hanya dua rakaat, Shalat Subuh menyimpan banyak rahasia-rahasia yang dahsyat, baik dari segi rohani, kesehatan, dan kesuksesan hidup. Dalam Hadist Riwayat Muslim, Rasulullah SAW bersabda “Dua rakaat Shalat Subuh lebih baik daripada dunia dan seisinya.”

Dari sisi rohani, Shalat Subuh mempunyai banyak keutamaan, di antaranya menyelamatkan dari azab, mendapat pahala setara pahala haji dan umrah, terbebas dari api neraka, terhindar dari kemunafikan, serta mendapat perlindungan dari Allah SWT. Rasulullah SAW bersabda “Berpagi-pagilah kalian dalam menunaikan Shalat Subuh karena itulah pahala yang paling mulia.” (Hadist Riwayat Turmudzi).

Dari sisi kesehatan, bangun pagi untuk melaksanakan Shalat Subuh pun mampu menormalkan kinerja syaraf dan otak. Apalagi saat pagi hari kadar ozon (O3) cukup tinggi yang mampu membantu aktivitas syaraf dan otak. Termasuk mengurangi risiko penyumbatan pembuluh darah dan serangan jantung.
Bahkan, Shalat Subuh bermanfaat bagi kesuksesan dalam kehidupan. Sebab, saat pagi hari sampai fajar pintu-pintu rezeki di buka oleh Allah SWT. Karena itu, setelah melaksanakan Shalat Subuh dilarang tidur kembali, sebaliknya sangat dianjurkan mulai beraktivitas, berzikir, dan berdoa.

Berbagai manfaat Shalat Subuh dikupas lebih dalam, pada buku Dahsyatnya Shalat Subuh karya Yusuf Ghazali. Buku setebal 142 halaman yang diterbirkan Abdika Press ini pun dilengkapi dengan berbagai doa dan zikir yang biasa dibacakan setelah Shalat Subuh, termasuk tata cara Rasulullah SAW melaksanakan Shalat Subuh.
nah yuk sholat subuh, semoga kita selalu menjaga sholat kita, demikiean artikel mengenai Luar biasanya keutamaan Sholat Subuh.


sumber,,,http://www.berryhs.com/2011/10/keutamaan-dan-manfaat-sholat-subuh.html


Bagaimana gambaran dajjal menurut hadis

Bagaimana gambaran dajjal menurut hadis

gambaran dajjal menurut hadis , baik kali ini kita akan membahas mengenai gambaran dajjal menurut hadis..
Segala macam keistimewaan yang kami lihat pada peradaban Barat sekarang ini, semuanya cocok dengan ciri-ciri Dajjal yang dilihat oleh Nabi Muhammad SAW dalam ru'yah. Memang benar bahwa bangsa-bangsa ini mempunyai sedikit perbedaan satu sama lain, tetapi ada satu hal yang semuanya sama. Dan ciri yang sama inilah yang digambarkan oleh Nabi Muhammad SAW dalam memberi gambaran tentang Dajjal.

Kami hanya akan mengutip Hadits-hadits yang menguraikan ciri-ciri Dajjal. Marilah kita mulai dengan Hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari :

1. "Dan aku melihat orang yang berambut ikal pendek, yang mata-kanannya buta Aku bertanya: Siapakah ini? Lalu dijawab, bahwa ia adalah Masihid - Dajjal" (Bukhari 77:68,92)

2. "Awas! dia pecak (buta sebelah)… dan diantara dua matanya, tertulis 'Kafir'…" (Bukhari 93:27).

Dari gambaran tersebut dapatlah kami catat:
1. Bahwa mengenai bentuknya, Dajjal digambarkan berbadan kekar.
2. Bahwa roman-mukanya putih dan mengkilat.
3. Bahwa rambut kepalanya pendek dan ikal.

Tiga gambaran ini cocok sekali derigan bentuk orang-orang Eropa pada umumnya. Mereka itu pada umumnya berbadan kekar; bertubuh baik dan kuat; rambutnya pendek dan ikal, sampai-sampai wanitanya pun memotong pendek rambutnya; kulit mereka putih dan mengkilat. Jadi, gambaran tentang ciri-ciri Dajjal tersebut, cocok sekali dengan perwujudan orang-orang Eropa.

Adapun dua ciri lainnya, yakni, bahwa mata kanan Dajjal buta, dan pada dahinya tertulis kaf, fa'dan ra' atau kaflr, ini menggambarkan keadaan rohani Dajjal yang sebenarnya. Sebagaimana telah kami terangkan, Dajjal menggambarkan suatu bangsa. Sebagai bangsa, tak mungkin semuanya buta mata jasmaninya.

Selain itu, Dajjal yang digambarkan buta mata kanannya, mata-kiri Dajjal digambarkan bersinar gemerlapan bagaikan bintang. Dengan perkataan lain, mata-kanan Dajjal digambarkan hilang cahayanya, tetapi mata-kirinya bersinar terang. Penjelasan yang diberikan oleh Imam Raghib tentang mata Dajjal yang buta sebelah kanannya, sungguh ilmiyah sekali. Pada waktu menjelaskan arti kata al-Masih, beliau menerangkan bahwa kata masaha berarti menghapus sesuatu, lalu beliau menambahkan keterangan sbb:

"Diriwayatkan bahwa mata-kanan Dajjal hilang penglihatannya, sedangkan nabi 'Isa mata-kiri beliaulah yang hilang penglihatannya; dan ini berarti bahwa Dajjal tak mempuyai sifat-sifat akhlak tinggi, seperti misalnya kearifan, kebijaksanaan dan rendah hati; sedangkan nabi 'Isa tak mempunyai kejahilan, keserakahan, kerakusan dan sebagainya yang termasuk jenis akhlak yang rendah".

Jadi, gambaran Dajjal buta mata-kanannya janganlah ditafsirkan secara harfiyah, melainkan secara kalam ibarat, yakni harus diartikan bahwa Dajjal tak mempunyai akhlak yang baik.

Bahwa dua mata manusia itu, yang satu digunakan untuk melihat hal-hal yang berhubungan dengan kerohanian dan agama, dan yang satu lagi digunakan untuk melihat hal-hal yang berhubungan dengan kebendaan dan keduniaan. Oleh karena hal-hal yang berhubungan dengan agama dan kerohanian itu lebih tinggi kedudukannya daripada hal-hal yang berhubungan dengan kebendaan dan keduniaan, maka buta mata kanan Dajjal berarti bahwa Dajjal sedikit sekali perhatiannya terhadap hal-hal yang berhubungan dengan agama atau kerohanian, dan ini cocok sekali dengan apa yang dialami oleh bangsa-bargsa Eropa sekarang ini.

Seluruh parhatian mereka ditujukan kepada hal-hal yang berhubungan dangan kebendaan dan keduniaan dan kemajuan mereka dalam bidang ini tak ada bandingannya. Inilah yang dimaksud dengan apa yang diuraikan dalam Hadits, bahwa mata-kiri Dajjal bersinar gemerlapan bagaikan bintang. Artinya, Dajjal mampu melihat segala macam barang-barang duniawi, yang bangsa-bangsa lain tak mempunyai pengertian tentang itu. Tetapi mata rohani Dajjal tak mempunyai penglihatan yang tajam, karena semua kekuatan Dajjal dihabiskan guna kepentingan urusan duniawi. Sukses Dajjal yang tak ada taranya dalam urusan duniawi mengakibatkan buta sebelah. Penjelasan ini sungguh mengagumkan dan cocok sekali dengan apa yang dikatakan oleh Al-Qur'an tentang bangsa-bangsa Kristen:

"Orang-orang yang usahanya menderita rugi dalam kehidupan dunia, dan mereka mengira bahwa mereka amat pandai dalam membuat barang-barang" (18:104)

Hadits Nabi melukiskan hal ini dengan kalam ibarat, bahwa mata kiri Dajjal, yaitu, mata-duniawi bersinar gemerlapan bagaikan bintang. Adapun keadaan rohani bangsa-bangsa Dajjal Allah berfirman sbb:

"Mereka adalah orang-orang yang mengkafiri ayat Tuhan, dan (mengakhiri) perjumpaan dengan Dia" (18 : 105).

Hadits Nabi menjelaskan hal ini dengan caranya sendiri, yaitu, bahwa mata-kanan Dajjal tak mempunyai kekuatan untuk melihat ayat Tuhan.

Tanda Dajjal yang lain, yakni tulisan kafara atau kafir pada dahinya ini berkenaan pula dengan keadaan rohaninya. Jika orang berkata, bahwa pada dahi seseorang terdapat tulisan anu, ini sama artinya dengan mengatakan, bahwa anu itu adalah fakta senyata-nyatanya bagi dia. Maka dari itu, uraian Hadits bahwa pada dahi Dajjal terdapat tulisan kafir, ini hanyalah berarti bahwa kekafiran itu merupakan kenyataan yang senyata-nyatanya bagi dia.

Kata-kata Hadits itu sendiri sudah menerangkan; bahwa demikian itulah nyatanya. Pertama-tama, Hadits menerangkan bahwa tiap-tiap mukmin dapat membaca tulisan itu; jadi bukan tiap-tiap orang dapat membaca tulisan itu. Lalu ditambahkan kata penjelasan tentang orang mukmin itu, yakni, "baik ia buta huruf atau mengerti tulis menulis." Artinya, tiap-tiap orang mukmin dapat memahami tulisan itu, baik ia mengerti tulis-menulis atau tidak.

Sudah terang, bahwa tulisan yang dapat dibaca oleh tiap-tiap orang mukmin, baik ia mengerti tulis-menulis atau buta huruf, tak mungkin berwujud kata-kata atau huruf. Jika tulisan itu berwujud kata-kata atau huruf, niscaya tak dipersoalkan lagi apakah pembacanya mukmin atau kafir, demikian pula tak perlu dinyatakan bahwa orang mukmin dapat membaca tulisan itu sekalipun ia buta-huruf.

Kepandaian membaca tulisan, tak ada sangkut pautnya dengan urusan iman. Setiap orang yang tak buta huruf pasti dapat membaca tulisan, sedangkan orang buta huruf, sekalipun ia orang mukmin sejati, ia tetap tak dapat membaca tulisan. Oleh karena itu, tulisan yang dimaksud bukanlah tulisan biasa, melainkan menifestasinya perbuatan seseorang. Pernyataan bahwa tulisan itu hanya dapat dibaca oleh orang mukmin saja, ini berarti, bahwa orang kafir tak pernah sadar akan kekafirannya, sehingga membutuhkan mata orang mukmin untuk membaca buruknya kekafiran mereka.



demikian penjelasan mengenai gambaran dajjal menurut hadis,semoga bermanfaat ya.
 
sumber...http://www.berryhs.com/2010/06/gambaran-dajjal-menurut-hadis_03.html


Apa 10 tanda besar kiamat

10 tanda besar kiamat, baiklah kali ini kita akan membahasa mengenai tanda tanda kiamat yaitu 10 tanda besar kiamat.

Daripada Huzaifah bin Asid Al-Ghifari ra. berkata: “Datang kepada kami Rasulullah saw. dan kami pada waktu itu sedang berbincang-bincang. Lalu beliau bersabda: “Apa yang kamu perbincangkan?”. Kami menjawab: “Kami sedang berbincang tentang hari qiamat”.
Lalu Nabi saw. bersabda: “Tidak akan terjadi hari qiamat sehingga kamu melihat sebelumnya sepuluh macam tanda-tandanya”. Kemudian beliau menyebutkannya: “Asap, Dajjal, binatang, terbit matahari dari tempat tenggelamnya, turunnya Isa bin Maryam alaihissalam, Ya’juj dan Ma’juj, tiga kali gempa bumi, sekali di timur, sekali di barat dan yang ketiga di Semenanjung Arab yang akhir sekali adalah api yang keluar dari arah negeri Yaman yang akan menghalau manusia kepada Padang Mahsyar mereka”. 
H.R Muslimi

Keterangan:

Sepuluh tanda-tanda qiamat yang disebutkan Rasulullah saw. dalam hadis ini adalah tanda-tanda qiamat yang besar-besar, akan terjadi di saat hampir tibanya hari qiamat. Sepuluh tanda itu ialah:
Dukhan (asap) yang akan keluar dan mengakibatkan penyakit yang seperti selsema di kalangan orang-orang yang beriman dan akan mematikan semua orang kafir.

Dajjal yang akan membawa fitnah besar yang akan meragut keimanan, hinggakan ramai orang yang akan terpedaya dengan seruannya.

Dabbah-Binatang besar yang keluar berhampiran Bukit Shafa di Mekah yang akan bercakap bahawa manusia tidak beriman lagi kepada Allah swt.

Matahari akan terbit dari tempat tenggelamnya. Maka pada saat itu Allah swt. tidak lagi menerima iman orang kafir dan tidak menerima taubat daripada orang yang berdosa.

Turunnya Nabi Isa alaihissalam ke permukaan bumi ini. Beliau akan mendukung pemerintahan Imam Mahadi yang berdaulat pada masa itu dan beliau akan mematahkan segala salib yang dibuat oleb orang-orang Kristian dan beliau juga yang akan membunuh Dajjal.

Keluarnya bangsa Ya’juj dan Ma’juj yang akan membuat kerusakan dipermukaan bumi ini, iaitu apabila mereka berjaya menghancurkan dinding yang dibuat dari besi bercampur tembaga yang telah didirikan oleh Zul Qarnain bersama dengan pembantu-pembantunya pada zaman dahulu.

Gempa bumi di Timur.. Bisa jadi ini mengacu kepada gempa di China, Tsunami di Aceh.

Gempa bumi di Barat. Bisa jadi ini akan terjadi di daerah Mexico, Argentina, Brazilia dan  negara-negara Amerika Latin

Gempa bumi di Semenanjung Arab.. Kemungkinan kasus longsor di Mesir sebagai pembukanya.

Api besar yang akan menghalau manusia menuju ke Padang Mahsyar. Api itu akan bermula dari arah negeri Yaman. (Apa ini bahaya Nuklir?)

Mengikut pendapat Imam Ibnu Hajar al-Asqalani di dalam kitab Fathul Bari beliau mengatakan: “Apa yang dapat dirajihkan (pendapat yang terpilih) dari himpunan hadis-hadis Rasulullah Saw. bahawa keluarnya Dajal adalah yang mendahului segala petanda-petanda besar yang mengakibatkan perubahan besar yang berlaku dipermukaan bumi ini. Keadaan itu akan disudahi dengan kematian Nabi Isa alaihissalam (setelah belian turun dari langit). Kemudian terbitnya matahari dari tempat tenggelamnya adalah permulaan tanda-tanda qiamat yang besar yang akan merusakkan sistem alam cakrawala yang mana kejadian ini akan disudahi dengan terjadinya peristiwa qiamat yang dahsyat itu. Barangkali keluarnya binatang yang disebutkan itu adalah terjadi di hari yang matahari pada waktu itu terbit dari tempat tenggelamnya”.

demikian mengenai 10 tanda besar kiamat.
 
sumber,,,,http://www.berryhs.com/2010/06/10-tanda-besar-kiamat.html


Siapa Saja Istri-istri Rasulullah SAW

Siapa Saja Istri-istri Rasulullah SAW

Istri-istri Rasulullah, baikalh sobat semua kali ini kita akan membahas Istri-istri Rasulullah SAW , nah ni dia :
Mudah2n brmanfaat ya sobat seiman…
Dalam menjatuhkan reputasi agama Islam kaum Orientalis dan sarjana-sarjana barat sering menggunakan pernikahan Rasulullah saw sebagai bahan serangan mereka. Berbagai tuduhan mereka lancarkan untuk memperlihatkan buruknya kondisi rumah tangga Rasulullah saw sehingga orang tak lagi bisa percaya pada ajaran Islam. Adalah salah jika mereka menganggap Islam dapat dengan mudah dihancurkan. Islam adalah agama yang kuat dan selalu memiliki jawaban untuk segala pertanyaan. Salah satu alasan yang paling masuk akal mengapa orang cenderung menyerang Islam menggunakan rumah tangga Rasulullah saw sebagai senjata adalah karena mereka tidak mengenal istri-istri Rasulullah saw secara pribadi, dan sebagiannya lagi karena tidak memahami kesulitan hidup yang mereka hadapi.Ummul Mukminin, yang memiliki pengertian Ibu Kaum Mukmin, merupakan gelar khusus yang hanya disandangkan pada istri-istri Rasulullah saw. Mereka berjumlah dua belas orang dengan spesifikasi yang istimewa pada masing-masing individunya, mereka adalah:

1.     Khadijah binti Khuwailid [i]bin Asad al Quraisyiyyah al Asadiyah, istri pertama Rasulullah, dinikahi 15 tahun sebelum kerasulan ketika Nabi Muhammad jejaka 25 tahun, sedangkan Khadijah janda 40 tahun. Sebelumnya Khadijah telah menikah dua kali, pertama dengan Abu Halah bin Zarah at-Tamimi dan kemudian dengan Atiq bin Aziz at Tamimi.
Sebelum mereka menikah, Khadijah mempercayakan pengelolaan barang dagangannya kepada pemuda Muhammad. Tertarik akan pribadi dan kejujurannya, Khadijah meminangnya untuk menjadi suaminya. Dari pernikahan itu mereka dikaruniai enam orang anak: Qasim, Zainab, Ruqayyah, Ummi Kalsum, Fatimah, dan Abdullah. Dari keenam putra-putri mereka, hanya Fatimah yang menurunkan keturunan yang sampai sekarang tersebar diseluruh dunia.
Khadijah berperan besar pada masa-masa awal penyebaran Islam. Dia mendedikasikan hartanya bagi kepentingan Islam. Khadijah wafat 2 tahun sebelum Rasulullah saw hijrah, dalam usia 65 tahun. Tahun wafatnya bersamaan dengan wafatnya Abu Thalib, paman Rasulullah saw.

2.     Saudah binti Zam’ah, istri kedua Rasulullah, dinikahi setelah Khadijah wafat. Sebelum menikah dengan Rasulullah ia istri Sakran bin Umar al Amiri. Suami istri ini termasuk orang-orang pertama yang beriman. Karena dinista kaum Quraisy, mereka hijrah ke Habsyah. Setelah kembali ke Mekkah, Sakran meninggal. Saudah hidup sebagai janda lanjut usia, tanpa pelindung; bapaknya sendiri masih musyrik. Atas desakan bibinya, Khaulah binti Hakim, Rasulullah menikahinya. Meskipun berstatus sebagai istri, ia tidak pernah meminta haknya selaku umumnya seorang istri. Dia berkata: “Demi Allah, sesungguhnya saya tidak ingin menikah. Tetapi saya ingin bangkit kelak di hari kiamat sebagai istri Rasulullah.” Saudah wafat di akhir masa Khalifah Umar bin Khattab

3.     Zainab binti Huzainah bin Abdullah bin Umar bin Abdi Manaf bin Hilal bin Amir bin Sa’sa’ab al Hilaliyah. Ia menikah dengan Rasulullah tahun 11 H. Sebelumnya dia pernah menikah dengan Abdullah bin Jahsi, salah satu syuhada Uhud. Pernikahannya dengan Rasulullah tidak berlangsung lama karena wafat kira-kira dua bulan setelah pernikahannya. Ia terkenal dengan sebutan Umm al Masakin (Ibu kaum miskin), karena senang memberi makan dan sedekah kepada fakir miskin.

4.    Aisyah binti Abu Bakr as Siddiq, lahir 2 tahun sebelum kerasulan. Pernikahannya dengan Rasulullah saw tidak menghasilkan keturunan. Ia banyak mendengar al Qur’an dan hadis langsung dari Rasulullah saw. Melalui Aisyah umat Islam mengetahui bagaimana Rasulullah saw menjalankan kewajibannya sebagai suami, sampai hal-hal yang sangat pribadi yang patut diketahui umat Islam untuk diteladani. Aisyah juga dikenal sebagai orang yang cerdas, banyak mengetahui hukum-hukum dan ilmu fara’id (hukum pembagian harta waris) yang rumit. Aisyah wafat pada tahun 47 atau 48 H. Darinya para ulama menerima 2.210 hadis, termasuk hadis-hadis pergaulan suami-istri yang tidak akan diterima dari perawi lain.

5.     Juariyah binti al Haris, dinikahi Rasulullah saw enam tahun setelah hijrah. Pertemuannya dengan Rasulullah saw terjadi ketika Bani Mustaliq menyerang kaum muslimin. Juariyah ikut di dalamnya. Serangan Bani Mutaliq dapat dipatahkan, Juariyah menjadi tawanan Qais bin Sabit. Ia akan dibebaskan dengan syarat membayar tebusan. Oleh karena tidak memiliki uang tebusan, ia menghadap Rasulullah saw mengadukan nasibnya. Rasulullah saw bersabda: “Apakah engkau menginginkan agar aku membayar tebusanmu, kemudian aku menikahimu?” Juariyah setuju dan Rasulullah saw menikahinya. Pernikahan mereka membuat hubungan kaum muslim dengan Bani Mustaliq menjadi erat. Juariyah wafat tahun 56 H.

6.    Sofiyah binti Huyay bin Akhtab dinikahi Rasulullah saw beberapa saat setelah Perang Khaibar. Sofiyah adalah putri raja dan suaminya juga bangsawan Khaibar yang memiliki benteng Qumus, beragama Yahudi, bernama Kinanah bin Rabi’. Setelah terjadi perang Khaibar, orang-orang Khaibar menjadi tawanan, termasuk Sofiyah. Sebagai bekas permaisuri raja, keadaan itu teramat menyedihkan. Kemudian ia masuk Islam dan bersedia dinikahi Rasulullah saw. Setelah menjadi Ummul Mukminin, ia kembali menduduki tempat kehormatannya. Pernikahannya dengan Rasulullah saw membuat orang-orang Khaibar ikut tergerak untuk masuk Islam. Sofiyah wafat sekitar tahun 50 H.

7.    Ummu Salamah, nama aslinya adalah Hindun binti Abu Ummayah bin Mugirah bin Abdullah bin Amr bin Mahzum, dinikahi Rasulullah saw pada tahun 2 H. Sebelum dinikahi Rasulullah saw ia pernah menikah dengan Abdullah bin Asad al Mudirah dan memiliki anak bernama Salamah. Itu sebabnya ia dikenal dengan nama Ummu Salamah (Ibu Salamah). Suaminya ikut perang Uhud dan sempat terluka. Dalam peperangan dengan Bani Asad dia meninggal dunia.Beberapa tahun setelah pernikahannya dengan Rasulullah saw, Ummu Salamah mendampingi Rasulullah saw dalam penakhlukan Mekkah, perang dengan orang Ta’if, perang melawan Bani Hawazin, dan perang melawan Bani Saqif. Ummu Salmah juga dikenal sebagai perawi hadis. Dia wafat sekitar tahun 59 atau 61H.

8.    Ramlah binti Abu Sofyan. Sebelum masuk Islam ia menikah dengan Ubaidillah bin Yahsi al Asadi, sepupu Rasulullah saw. Ramlah dan suaminya masuk Islam, sementara orang tua mereka tetap musyrik bahkan memusuhinya. Karena tekanan dari kaum musyrik Quraisy Mekkah, Ramlah beserta suaminya hijrah ke Habsyah. Di tengah perjalanan hijrah yang sulit itu, Ramlah melahirkan, sementara suaminya kembali murtad. Meskipun sendirian dan menderita diperantauan Ramlah tetap teguh mempertahankan keimanannya. Kabar penderitaannya itu sampai kepada Rasulullah saw. Melalui surat yang disampaikan Raja Najasyi, Rasulullah saw meminangnya. Ramlah menerima pinangan itu dan menunjuk Kalid bin Sa’id bin As bin Ummayah sebagai walinya. Ketika itu dia tetap tinggal di Habsyah karena pertimbangan keamanan.Sesudah Rasulullah saw hijrah ke Madinah, beliau memerintahkan para sahabat untuk mencari umat Islam yang terpencar-pencar di pengungsian termasuk yang masih ada di Habsyah. Ramlah ikut bersama mereka kembali ke Madinah dan untuk pertama kalinya bertemu dengan Rasulullah saw. Ramlah wafat tahun 44 H di masa pemerintahan adiknya, Mu’awiyah bin Abu Sofyan.

9.    Hafsah binti Umar bin Khattab, lahir lima tahun sebelum kerasulan. Pertama kali dia menikah dengan Hunain bin Hufazah, salah seorang sahabat yang ikut hijrah ke Habsyah dan ikut Perang Uhud. Ia wafat tahun 3 H. Setelah menjanda beberapa tahun Hafsah dinikahi Rasulullah saw. Kehadirannya di tengah-tengah rumah tangga Rasulullah saw sempat menimbulkan konflik. Ketika hadir Mariyah al Qibtiyyah, Hafsah cemburu berat. Ia mengajak istri-istri Rasulullah saw yang lain untuk mempengaruhi suami mereka agar membenci Mariyah. Rasulullah saw sempat menjauhi Mariyah hingga turun ayat 1 surat at-Tahrim menegur beliau.
Setelah Rasulullah saw wafat, atas usul Umar bin Khattab, Khalifah Abu Bakr mengumpulkan naskah al Qur’an yang tadinya berserakan baik di catatan-catatan pribadinya maupun hafalan para sahabat. Naskah al Qur’an lengkap pertama yang dikenal dengan ‘Mushaf Abu Bakr’ itu disimpan di rumah Hafsah. Naskah tersebut baru dikeluarkan pada zaman Khalifah Utsman untuk diperbanyak.

10. Maimunah binti al Haris adalah seorang janda yang dinikahi Rasulullah saw beberapa saat setelah Fath Makkah. Ketika Rasulullah saw beserta kaum muslim memasuki kota Mekkah, kaum musyrik yang tidak ingin bersahabat menyingkir keluar Mekkah. Akan tetapi tiba-tiba datang Maimunah dengan mengendarai unta sambil berteriak-teriak: “Unta ini beserta penunggangnya dipersembahkan untuk Allah dan Rasul-Nya.” Perbuatan Maimunah tersebut mengundang cemoohan khalayak ramai, karena belum tentu Rasulullah saw mau. Abbas memberitahukan kemauan Maimunah ini kepada Rasulullah saw. Ketika berita itu sampai kepada Rasulullah saw, beliaupun menerima kemauan Maimunah dan menikahinya. Hal ini beliau lakukan semata-mata untuk menghindarkan Maimunah dari cemoohan dan rasa putus asa. Maimunah wafat pada tahun 15 H.

11. Zainab binti Jahsy bin Rubab bin Ya’mar bin Sabrah bin Murrah bin Kasir bin Ganam bin Daudun bin Asad bin Khuzaimah. Ibunya bernama Umainah binti Abdul Mutallib bin Hasyim; jadi masih saudara sepupu Rasulullah saw. Sebelumnya Zainab adalah istri Zaid bin Harisah, anak angkat Rasulullah saw. Ia dinikahi Rasulullah saw tahun 3 H. Pernikahannya ini sekaligus menghapus pandangan masyarakat Arab ketika itu yang menyamakan status anak angkat sama dengan anak kandung, termasuk pencantuman nama nasab bapak angkat, sehingga bekas istri anak angkat tidak boleh dinikahi bapak angkat. Zainab wafat tahun 20 H. Sebelum wafat ia berkata: “Aku telah menyediakan kain kafan untukku. Umar akan mengirimkannya untukku. Oleh karena itu saya minta, salah satunya diberikan pada yang memerlukannya. Bila masih ada hak-hakku supaya disedekahkan kepada yang memerlukannya.”

12. Mariyah binti Syam’un al Qibtiyyah, ibunya berdarah Romawi. Ia lahir dan dibesarkan di Ansuna suatu desa sebelah timur Sungai Nil. Pada masa remajanya ia tinggal di istana Raja Muqauqis Mesir sebagai pelayan istana. Ketika Habib bin Abu Balta’ah diutus menyampaikan surat dari Rasulullah saw kepada Raja Muqauqis, sebetulnya raja mengakui kerasulan Muhammad saw tetapi takut akan kehilangan kewibawaannya di hadapan rakyatnya, yang berarti pula akan kehilangan mahkotanya. Oleh karena itu ia membalas surat Rasulullah saw dengan penuh penghormatan sambil mengirimkan Mariyah dan saudaranya, Sirin, serta 1.000 misqal mas, 20 stel pakaian tenunan Mesir, madu lebah, kayu cendana, minyak kesturi, keledai lengkap dengan pelananya dan seekor himar putih. Mereka tiba di Madinah pada tahun 7 H.Rasulullah saw menikahi Mariyah, sementara adiknya, Sirin, dinikahkan dengan penyair Hassan bin Sabit. Kehadiran Mariyah di antara istri-istri Rasulullah saw membuat mereka cemburu, terutama Hafsah dan Aisyah, lebih-lebih setelah Mariyah hamil dan melahirkan Ibrahim (wafat pada usia satu setengah tahun). Mariyah wafat pada tahun 16 H pada masa Khalifah Umar bin Khattab.

sekian dari saya mengenai pembahasan Istri-istri Rasulullah SAW semoga bermanfaat.
 
sumber...http://www.berryhs.com/2011/01/istri-istri-rasulullah-saw.html


Apa Keajaiban Angka di dalam Al-Quran

Apa Keajaiban Angka di dalam Al-Quran

Baik sobat blogger semua, kali ini Berry Blog Ingin mengulas Keajaiban Al qur'an , setelah beberapa waktu lalu saya membahas mengenai hubungan ilmu pengetahuan dan islam, nah sampai pada saat ini saya ingin share mengenai keajaiban angka di Al Qur'an, semoga ini dapat menggugah hati kita untuk senantiasa dekat dengan bacaan Al'qur'an, ini saya dapat dari salah seorang teman di Fb dan saya rasa pantas untuk saya share dari blog saya ini sebagai motivasi menuju tingkat kekuatan dalam keyakinan dengan Alqur'an .


Al-Quran adalah kalam Allah yang merupakan sebuah Mu'jizat. Tidak ada yang menandingi keindahan bahasa dan tidak akan ada satupun yang dapat menandingi Al qur'an , bahkan satu ayat pun .
Al-Quran dan keindahan ketika kita melantunkan...
Al-Quran. Banyak orang yang hatinya tergetar jika di bacakan ayat-ayat..
Al-Quran, sehingga kemudian dia mendapatkan risalah kebenaran...
Al-Quran adalah satu-satunya kitab yang terjaga keasliannya walau telah diturunkan 14 abad yang lalu. Banyak usaha-usaha yang di lakukan oleh orang-orang kafir untuk memalsukan ...
Al-Quran, namun usaha itu selalu kandas...
Al-Quran yang berjumlah 30 juz, 114 surat 6666 ayat dan 51.900 kata itu dengan mudah di hafalkan oleh orang-orang yang beriman dan mempunyai hati yang bersih...
Al-Quran adalah sumber ilmu yang tidak pernah ketinggalan zaman bahkan selalu mendahului zaman, karena kebenarannya baru terbukti ketika zaman sudah mampu menciptakan tekhnologi. Keajaiban lain dari...
Al-Quran yang tak kalah mencengangkan adalah bahwa...
Al-Quran ternyata tersusun menurut perhitungan Matematis yang sangat teliti dan sangat cerdas !!
Berikut ini sejumlah perhitungan yang benar-benar merupakan mukjizat.

-Kata “Yaum” (hari) dalam bentuk tunggal disebutkan sebanyak 365 kali, yang sama jumlahnya dengan jumlah hari pada tahun Syamsyiyyah
- Kata “Yaum” (hari) dalam bentuk jamak sebanyak 30 kali, sama dengan jumlah hari dalam satu bulan
- Kata “Syahr” (Bulan) sebanyak 12 kali, sama dengan jumlah bulan dalam satu tahun.
- Kata “Sab'u (minggu) disebutkan 7 kali, sama dengan jumlah hari dalam satu minggu
-Jumlah “Saah” (jam) yang didahului dengan “Harf” sebanyak 24 kali, sama dengan jumlah jam dalam satu hari
- Kata “Sujud” disebutkan 34 kali, sama dengan jumlah rakaat dalam sholat 5 waktu
- Kata “Shalawat” disebutkan 5 kali, sama dengan jumah sholat wajib sehari semalam
- Kata “Aqimu” yang diikuti kata “Shalat” Sebanyak 17 kali, sama dengan jumlah rakaat shalat fardhu.
- Kata “al-Dunya” disebutkan sebanyak 115 kali, begitu juga kata “al-Akhirah” sebanyak 115 kali
- Kata “ al-Israf” disebutkan 23 kali, begitu juga kata kebalikannya “al-Sur'ah”
- Kata “Malaikat” disebutkan 88 kali, kata kebalikannya “al-Syayathin” juga 88 kali
- Kata “al-Sulthan” disebutkan 37 kali, kata kebalikannya “al-Nifaq” juga 37 kali
- Kata “Harb” (panas) sebanyak 4 kali, kebalikannya “al-Bard” (dingin) juga 4 kali
- Kata “al-Harb” (perang) sebanyak 6 kali, kebalikannya “al-Husra” (tawanan) 6 kali
- Kata “al-Hayat” (Hidup) sebanyak 145 kali, kebalikannya “al-Maut” (mati) 145 kali
- Kata “Qalu” (mereka mengatakan) sebanyak 332 kali, kebalikannya “Qul” (katakanlah) juga sebanyak 332 kali
- Kata “al-Sayyiat” (keburukan) yang menjadi kebalikannya kata “al-Shahihat” (Kebajikan) masing-masing 180 kali
- Kata “al-Rahbah” (cemas/takut) yang menjadi kebalikan kata “al-Ragbah” (harap/ingin) masing-masing 8 kali
- Kata “al-Naf'u” yang menjadi kebalikan kata “al-Fasad” masing-masing 50 kali
- Kata “al-Nas” yang menjadi kebalikan kata “al-Rusul” masing-masing 368 kali
- Kata “al-Asbath” yang menjadi kebalikan kata “al-Awariyun” masing-masing 5 kali
- Kata “al-Jahr” yang menjadi kebalikan kata “al-Alaniyah” masing-masing 16 kali.

Masih banyak lagi, yang tidak dapat disebutkan satu-persatu ...
Sekarang lakukan perhitungan sebagai berikut :
a. Dengan mencari persentase jumlah kata “bahr” (lautan) terhadap total jumlah kata (bahr dan barr ) kita dapatkan : (32/45) x 100 % = 71.1111111%
b. Dengan mencari persentase jumlah kata “barr (daratan) terhadap total jumlah kata (bahr dan barr) kita dapatkan : (13/45) x 100 % = 28.888888889 %
Kita akan mendapatkan bahwa Allah SWT. Dalam Al-Quran pada 14 abad yang lalu menyatakan bahwa persentase air di bumi adalah 71.11111111 %, dan persentase daratan adalah 28.8888888889, dan ini adalah rasio yang riil dari air dan daratan.
Itulah sebagian kecil keajaiban dan kemukjizatan Al-Quran. Keajaiaban yang lain merupakan misteri yang akan insyaAllah akan dipecahkan oleh orang-orang yang berilmu .
demikian share islam saya mengenai Keajaiban dalam Al qur'an dan semoga ini dapat menambah semangat kita dalam membaca Al qur'an .
 
sumber : http://www.berryhs.com/2011/12/keajaiban-angka-di-dalam-al-quran.html


CIRI-CIRI WANITA SHOLEHAH

assalamualaikum Wr.Wb.
CIRI-CIRI WANITA SHOLEHAH
Tidak banyak syarat yang dikenakan oleh Islam untuk seseorang wanita
untuk menerima gelar sholehah, dan seterusnya menerima pahala syurga yang
penuh kenikmatan dari Alloh SWT.
Mereka hanya perlu memenuhi 2 syarat
saja yaitu :
1. Taat kepada Alloh dan RasulNya
2. Taat kepada suami
Perincian dari dua syarat di atas adalah sebagai berikut :
1. Taat kepada Alloh dan RasulNya, diantaranya :
- Mencintai Alloh SWT dan Rasulullah SAW melebihi dari segala-galanya.
- Wajib  menutup aurat
- Tidak berhias dan berperangai seperti wanita jahiliah
- Tidak bermusafir atau bersama dengan lelaki dewasa kecuali ada
bersamanya mahramnya.
- Sering membantu lelaki dalam perkara kebenaran, kebajikan dan taqwa
- Berbuat baik kepada ibu & bapak
- Sentiasa bersedekah baik dalam keadaan susah ataupun senang
- Tidak berkhalwat dengan lelaki dewasa
- Bersikap baik terhadap tetangga
2. Taat kepada suami, diantaranya :
- Memelihara kewajiban terhadap suami
- Sentiasa menyenangkan suami
- Menjaga kehormatan diri dan harta suaminya selama suami tiada
dirumah.
- Tidak cemberut dihadapan suami.
- Tidak menolak ajakan suami untuk tidur
- Tidak keluar tanpa izin suami.
- Tidak meninggikan suara melebihi suara suami
- Tidak membantah suaminya dalam kebenaran
- Tidak menerima tamu yang dibenci suaminya.
- Sentiasa memelihara diri, kebersihan fisik dan kecantikannya serta
kebersihan rumahtangga.
Faktor Yang Merendahkan Martabat Wanita
Sebenarnya puncak rendahnya martabat wanita adalah datang dari faktor
dalam. Bukanlah faktor luar atau yang berbentuk material sebagaimana
yang digembar-gemborkan oleh para pejuang hak-hak palsu wanita.
Faktor-faktor tersebut ialah :
  • Lupa mengingat Alloh,
terlalu sibuk dengan tugas dan kegiatan luar atau
memelihara  anak-anak, maka tidak heran jika banyak wanita yang tidak
menyadari bahwa dirinya telah lalai dari mengingat Alloh. Dan saat
kelalaian ini pada hakikatnya merupakan saat yang paling berbahaya bagi diri
mereka, dimana syetan akan mengarahkan hawa nafsu agar memainkan
peranannya.
Firman Alloh SWT di dalam surah al-Jathiah, ayat 23:
“Maka sudahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa
nafsunya sebagai Tuhannya dan Alloh membiarkannya sesat berdasarkan
ilmunya. Dan Alloh telah mengunci mati pendengaran dan hatinya dan
meletakkan tutupan atas penglihatannya.”
Sabda Rasulullah SAW :
“Tidak sempurna iman seseorang dari kamu, sehingga dia merasa cenderung
kepada apa yang telah aku sampaikan.” (Riwayat Tarmizi)
Mengingati Alloh SWT bukan saja dengan berzikir, tetapi termasuklah
menghadiri majlis-majlis ilmu.
  • Mudah tertipu dengan keindahan dunia.
Keindahan dunia dan kemewahannya
memang banyak menjebak wanita ke perangkapnya. Bukan itu saja, malahan
syetan dengan mudah memperalatkannya untuk menarik kaum lelaki agar
sama-sama bergelimang dengan dosa dan noda. Tidak sedikit yang sanggup
durhaka kepada Alloh SWT hanya kerana kenikmatan dunia yang terlalu
sedikit.
Firman Alloh SWT didalam surah al-An’am:
“Dan tidaklah penghidupan dunia ini melainkan permainan dan kelalaian
dan sesungguhnya negeri akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang
bertakwa, oleh karena itu tidakkah kamu berfikir.”
  • Mudah terpedaya dengan syahwat,
  • Lemah iman,
  • Bersikap suka menunjuk-nunjuk.
Ad-dunya mata’ , khoirul mata’
al mar’atus sholich
Dunia adalah perhiasan, perhiasan dunia yang baik adalah
Wanita  sholichah.
Wassalamualaikum Wr.Wb.
—————————–
sumber:
http://muhammadaanxfarhan.wordpress.com/2011/09/08/ciri-ciri-wanita-sholehah/


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 
powered by Blogger | For Blogservices