Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan

Lilin Ketulusan

Lilin Ketulusan
oleh : laeli sidik

Rebahkan ragaku bersama heningnya malam

Tak sedikitpun ketenangan dalam hati

Resahku. . . Menyatu dalam gundahku

Berusaha pejamkan mata

Berusaha melayang dalam harapan

Ingiku terbang tuk kembali

Memutar arloji waktu

Tuk hadirkan hangatnya kasihmu

Kemana kelok lilin yang dulu kau tanam

Sungguh aku bagai layang-layang putus

Merindu tiang-tiang yang dulu kau bangun untukku

Sunguh aku berada dalam sesayak air

Berpaut sejengkal tali

Karena tanpa dirimu, sahabatku

Pena dalam kertas yang ku genggam

Itu saksi bisu

Lilin ketulusan tuk sahabatku

Waktu angin berputar

Tak akan ku biarkan padam

Hingga ditiup Sang Bayu

Dijilat Sang Ombak

Walau kau sendiri yang membunuhnya

Hingga kau membutuhkannya kembali

Lilin itu kembali ku nyalakan

Hanya untukmu






Hakikat Cinta



Hakikat Cinta
oleh: anie jerenee

Aku tertarik mengikutimu

Ingin tahu apakah sayapmu patah

Sehingga kau tak bisa terbang

Apakah kau kehilangan arah

Kau terus menuntunku ke dalam duniamu

Dan tak sadar aku berjalan di atas api

Aku tertegun karena aku tak merasakan panas

Kau terus memegang tanganku

Membawaku semakin cepat

Menembus dinding api

Sampai aku tahu mengapa aku tak merasakan panas

Dan disitu aku melihat hakikatnya cinta


Tak Seindah Janjimu


Tak Seindah Janjimu

Kau yang begitu aku cintai
Namun kau tega goreskan duri
Hati ini lemah
Tak sekuat batu karang
Yang tetap tegar walaupun ribuan ombak menerjang

Tak ingatkah engkau
Saat dulu katakan cinta padaku
Kau bilang kau selalu ada
Dan kau janji, kau kan selalu menjaga

Tapi mana?
Cuma janji semu yang terucap di bibirmu
Cuma mimpi yang kau tawarkan padaku

Sekarang hanya kebencian di benakku
Cuma keraguan yang ada di depan aku
Untuk bisa membuka hati aku
Untuk penjaga hati yang baru


Botol-botol Neraka


Botol-botol Neraka
oleh : DS 
Hari ini terlalu banyak keruh dalam hidupku
Menjebakku dalam amarah
Membuat semuanya menjauh
Hingga malampun tak lagi berteman
Langitpun menjauh dalam kemurkaanku

                                    Malam ini memang sepi
                                    Tidak ada yang dapat aku lakukan
Selain menaklukan botol-botol neraka
Yang akan membawaku dalam kegelapan

Ku habiskan malam yang kelam
Dengan seribu kemaksiatan
Ku mulai dengan botol-botol mention
Botol-botol neraka

Dengan hati yang tersulut emosi
Perlahan ku buka botol penuh aroma neraka
Ku teguk dan ku rasakan panas mengalir dalam darahku
Membakar kerongkongan dan lambungku
Menghentikan sejenak denyut jantungku
Menghilangkan kesadaranku

Tetes demi tetes ku rasakan dosa menyelimuti tubuhku
Memusnahkan semua kebaikan dalam hidupku
Menggantikan pahala dengan dosa
Mention minuman haram tak berberkah


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 
powered by Blogger | For Blogservices