Tampilkan postingan dengan label meyontek. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label meyontek. Tampilkan semua postingan

pencegahan menyontek


Upaya-upaya untuk mencegah perilaku menyontek

Menyontek merupakan perilaku yang bersifat kontinyu dan jika tidak ditanggulangi secara dini akan mengakibatkan masalah yang besar dikemudian hari. Upaya-upaya yang dapat dilakukan :

Factor pribadi dari penyontek
  1. Tanamkan rasa percaya diri yang kuat.
  2. Biasakan berfikir realitas dan tidak ambisius.
  3. Mempertebal keimanan
Factor lingkungan
  1. Ciptakan suasana yang disiplin dengan berlandaskan nilai-nilai moral yang ada.
Factor pengawas test
  1. Perketat pengawasan
  2. JANGAN TIDUR saat mengawasi.
Factor guru
  1. Bersikap obyektif dan terbuka dalam pemberian nilai.
  2. Selalu membuat siswa tidak bosan saat KBM, sehingga siswa semangat dalam belajar.


Dampak perilaku menyontek


  1. Dampak perilaku menyontek
Walaupun perilaku menyontek / cheating merupakan masalah yang sepele namun memiliki dampak yang cukup besar bila praktek menyontek tidak ditangani dengan benar. Adapun dampak-dampak yang mungkin terjadi :
  • Hilangnya kepercayaan diri seseorang.
  • Mendapat nilai yang jelek apabila ketahuan.
  • Nama baiknya tercoreng.
  • Merusak generasi penerus bangsa.
  • Siswa menjadi pemalas.
  • Hilangnya semangat belajar.
  • Bila praktek menyontek berlangsung secara kontinyu akan merubah kepribadian seseorang.



penyebab menyontek


  1. Faktor-faktor yang menyebabkan menyontek
Yang menjadi penyebab munculnya tindakan/praktek menyontek bisa dipengaruhi beberapa hal. Baik yang sifatnya berasal dari dalam ( internal ) yakni dari diri sendiri maupun dari luar ( eksternal ) misalnya dari guru yang bersangkutan, orang tua maupun system pendidikan yang terkait.
  1. Factor dari dalam diri sendiri
  • Kurangnya rasa percaya diri pelajar dalam mengerjakan soal. Hal ini disebabkan oleh kurangnya belajar.
  • Orientasi pelajar pada nilai bukan pada ilmu. Sehingga para pelajar lebih mengejar nilai baik daripada ilmu yang didapat.
  • Menyontek sudah menjadi kebiasaan pelajar dan merupakan salah satu insting untuk bertahan.
  • Merupakan salah satu bentuk pelarian dari kurangnya pemahaman terhadap mata pelajaran yang bersangkutan.
  • Sering membeda-bedakan mata pelajaran dalam arti lebih menekankan belajar pada mata pelajaran yang dianggap penting saja.
  • Lemahnya tingkat keimanan.
  1. Factor dari guru
  • Guru terlalu sibuk dalam pekerjaanya, sehingga guru cenderung membuat soal yang TIDAK VARIATIF. Artinya antara soal yang diberikan di kelas yang 1 sama dengan kelas yang lain, bahkan dari tahun ke tahun soalnya pun sama.
  • Soal yang diberikan selalu berorientasi pada hafalan yang sama dengan buku ( hafal mati dari text book ).
  • Tidak ada variasi dalam kegiatan belajar mengajar, sehingga pelajar cenderung MALAS BELAJAR.
  1. Factor dari orang tua
  • Adanya hukuman yang berat jika anaknya tidak berprestasi, sehingga anak sering mengalami tekanan batin.
  • Adanya pemaksaan satu pihak, dalam arti orang tua terlalu memaksakan anaknya untuk berprestasi tanpa memperhatikan perasaan anaknya.
  1. Factor dari system pendidikan yang berlaku
  • System pendidikan cenderung masih menggunakan system dari guru untuk siswa, meskipun kurikulum terus diperbaharui.
  • Muatan materi dari tahun ke tahun masih tumpang tindih yang menyebabkan siswa cenderung menganggap remeh dan mudah pelajaran. Sehingga terjadi pembodohan karena kebosanan.


Jenis-jenis menyontek



  Menyontek

          Perilaku menyontek adalah segala perbuatan atau trik-trik yang tidak jujur, perilaku tidak terpuji atau perbuatan curang yang dilakukan oleh seseorang untuk mencapai keberhasilan dalam menyelesaikan tugas-tugas akademik, terutama yang terkait dengan evaluasi atau ujian hasil belajar. 
Jenis-jenis menyontek
Adapun jenis-jenis menyontek adalah:
  1. Berupa catatan kecil
Artinya bahwa para pelajar kerap melakukan perilaku menyontek dengan membawa catatan kecil ke dalam ruang test.
  1. Menulis pada bagian tubuh atau meja
Artinya bahwa para pelajar sering menggunakan bagian anggota tubuh mereka untuk praktek menyontek. Contoh : paha, telapak tangan dan kaki.
  1. Berupa isyarat atau kode
Artinya para pelajar kerap melakukan perilaku menyontek dengan isyarat atau kode tertentu, namun sebelumnya sudah terjadi kesepakatan antar pelajar untuk menentukan kode-kode tersebut. Jenis ini sering digunakan untuk tipe soal pilihan ganda. Contoh : alis = A, batuk = B, cungur = C, dagu = D dan eye = E.
  1. Melalui SMS
Para pelajar sering menggunakan teknologi HP untuk melakukan praktek menyontek. Contoh : SMSan dengan teman.
  1. Bertanya langsung kepada teman
Ini cara yang paling sederhana dalam melakukan perilaku menyontek, namun jika kurang profesional akan mudah ketahuan oleh pengawas. Cara ini sering dilakukan saat pengawasnya lengah atau TIDUR.
  1. Mengambil Lembar jawab teman
Cara ini tergolong yang paling susah dan hanya bisa dilakukan oleh tangan-tangan yang handal atau orang-orang yang cerdik dan LICIK. Cara ini prosentase ketahuan sekitar 80%, maka dari itu para pelaku harus benar-benar cerdik mengambil waktu yang tepat. Namun jika berhasil, merdekalah mereka.
  1. Bertanya pada teman yang sudah melakukan ulangan terlebih dahulu.
Ini juga tergolong cara yang paling mudah untuk mendapatkan bocoran jawaban maupun soal ulangan.
  1. Mengacak-acak meja guru untuk mendapatkan soal ulangan
Ini cara paling ceroboh yang dilakukan oleh para pelaku, namun jika berhasil tertawalah mereka saat ulangan.
  1. Melirik jawaban teman
Ini adalah cara yang paling sering digunakan untuk praktek menyontek. Cara ini juga dapat melatih otot-otot mata dan juga menyehatkan mata. Namun pandai-pandailah dalam memilih waktu yang tepat.
  1. Dengan sistim arisan atau giliran
Cara ini juga cara yang paling sering dilakukan oleh para pelajar untuk melakukan perilaku menyontek. Artinya siswa yang pandai, menulis semua jawaban pada selembar kertas dan diberikan kepada teman-temannya secara bergiliran sampai semua orang dalam ruangan itu mendapat jawaban. Jika berhasil, merdekalah mereka dalam ruangan dan tersenyum saat keluar dari ruangan.


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 
powered by Blogger | For Blogservices