PMS : Ulkus Molle



  • Ulkus Molle
    • Batasan
Ulkus molle ialah penyakit infeksi genital akut, setempat, dapat inokulasi sendiri ( auto-inoculable ), disebabkan oleh Haemophilus ducreyi (Streptobaccilus ducreyi), dengan gejala klinis khas berupa ulkus pada tempat masuk dan seringkali disertai supurasi kelenjar getah bening regional.
    • Etiologi
Penyebabnya ialah H. ducreyi yang merupakan bakteri gram negative, anaerobic fakultatif, berbentuk batang pendek dengan ujung bulat, tidak bergerak, tidak membentuk spora dan memerlukan hemin untuk pertumbuhannya. Hanya mengenai orang dewasa yang aktif dan lebih banyak pada pria.
    • Factor resiko
Kulit berwarna lebih sering terkena penyakit ini. Banyak terdapat di daerah tropis dan subtropics. Kebersihan dan hygiene berperan penting dalam penyebaran penyakit.
    • Patofisiologi
Penyakit ditularkan secara langsung melalui hubungan seksual. Predileksi pada genital, jari, mulut dan dada. Pada tempat masuknya mikroorganisme terbentuk ulkus yang khas.
    • Gambaran klinis
Masa inkubasi sekitar 1-5 hari.
Lesi mula-mula terbentuk macula atau papul yang segera berubah menjadi pustule yang kemudian pecah membentuk ulkus yang khas, antara lain:
      • Multiple.
      • Lunak.
      • Nyeri tekan.
      • Dasarnya kotor.
      • Tepi ulkus menggaung.
      • Kulit disekitar ulkus berwarna merah.
Lokasi ulku pada pria terletak di daerah preputium, glans penis, batang penis, frenulum dan anus, sedangkan pada wanita terletak di vulva, klitoris, serviks dan anus. Lokasi ekstragenital pada lidah, bibir jari tangan, payudara, umbilicus dan konjungtiva.
Pembesaran kelenjar limfe inguinal tidak multiple, tetapi pada 30% kasus yang disertai radang akut. Kelenjar kemudian melunak dan pecah dengan membentuk sinus yang sangat nyeri dan badan terasa panas.
            Variasi bentuk klinis:
      • Giant chancroid: ulkus hanya satu dan meluas dengan cepat serta bersifat destruktif.
      • Transient chancroid: ulkus kecil sembuh sendiri setelah 4-6 hari, disusul perlunakan kelenjar limfe inguinal 10-20 hari kemudian.
      • Ulkus mole serpiginosum: terjadi inikulasi dan penyebaran dari lesi yang konfluen pada preputium, skrotum, dan paha. Ulkus dapat berlangsung bertahun-tahun.
      • Ulkus mole gangrenosum: suatu varian yang disebabkan superinfeksi dengan bateri fusosprikhetosis, sehingga menimbulkan ulkus fagedenik. Dapat menyebabkan destruksi jaringan yang cepat dan dalam.
      • Ulkus mole folikularis: timbul pada folikel ranbut, terdiri atas ulkus kecil multiple. Lesi ini dapat terjadi di vulva/pada genitalia yang berambut. Lesi ini sangat superficial.
      • Ulkus mole popular: terdiri atas papul yang barulserasi dan granulomatosa, dapat menyerupai donovanosis atau kondiloma lata syphilis stadium II.
    • Pemeriksaan laboratorium
      • Pemeriksaan langsung bahan ulkus yang di ambil dengan mengorek tepi ulkus yang diberi pewarnaan gram. Pada sediaan yang positif ditemukan kelompok basil yang tersusun seperti barisan ikan.
      • Kultur pada media agar coklat, agar Muller Hinton atau media yang mengandung serum dengan vancomysin. Positif bila kuman tumbuh dalam waktu 2-4 hari (dapat sampai 7 hari).
      • Tes serologi ito-Reenstierna, caranya 0,1 ml antigen disuntikan intradermal pada kulit lengan bawah. Positif bila setelah 24 jam atau lebih timbul indurasi yang berdiameter 5 mm. hasil positif setelah berlangsung 2 minggu akan terus positif seumur hudup.
      • Tes ELISA dengan menggunakan whole lysed H. ducreyi.
      • Tes lain yang dapat digunakan adalah tes fiksasi kompemen, presiptin dan agglutinin.
    • Diagnose
Diagnosis ditegakkan anamnesa, gejala klinis yang khas dan pemeriksaan langsung bahan ulkus yang diberi pewarnaan gram.
    • Diagnosis banding
      • Herpes ganitalis; kelainan kulitnya berupa vesikel berkelompok dan jika memecah menjadi erosi.
      • Syphilis stadium I; ulkusnya bersih, indolen, terdapat indurasi dan tanda-tanda radang akut tidak ada.
      • Limfogranuloma venerum; efek primer tidak spesifik dan cepat hilang.
      • Granuloma inguinale; ulkus dengan granuloma, tidak tampak badan Donovan.
    • Penyulit
      • Adenitis inguinal. Fistel uretra
      • Fimosis atau parafimosis. Fistel rektovagina.
    • Terapi
      • Obat sistemik
        • Azitromycin 1 gr, oral, single dose.
        • Seftriakson 250 mg dosis tunggal, injeksi IM.
        • Siprofloksasin 2x500 mg selama 3 hari.
        • Eritromisin 4x500 mg selama 7 hari.
        • Amoksisilin + asam klavunat 3x125 mg selama 7 hari.
        • Streptomisin 1 gr sehari selama 10 hari.
        • Kotrimoksasol 2x2 tablet selama 7 hari.
      • Obat local
Kompres dengan lerutan normal salin ( NaCl 0,9%) 2 kali sehari selama 15 menit.
      • Aspirasi abses transkutaneus dianjurkan untuk bubo yang berukuran 5 cm atau lebih dengan fluktuasi di tengahnya .


No Response to "PMS : Ulkus Molle"

Leave a Reply

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 
powered by Blogger | For Blogservices